Kamis, 21 Februari 2013

Pola Makan Orang Indonesia Picu Penyakit Jantung

Meningkatnya kasus penyakit jantung dan kolesterol di Indonesia ternyata sangat berhubungan erat dengan pola makan atau meal patterns orang Indonesia yang sangat sulit diubah.
Widjaja Lukito, dokter spesialis gizi klinik yang juga sekretaris anggota Dewan Pertimbangan Presiden bidang kesejahteraan rakyat menjelaskan, pola makan orang Indonesia yang sangat berhubungan erat dengan etnik, faktor tradisional, cara penyajian, dan segi ekonomi membuat makanan yang dikonsumsi minim serat dan tidak sehat.
"Seperti contohnya santan kelapa, paling banyak dipakai masyarakat dari berbagai etnik untuk memasak. Padahal efeknya kurang baik untuk tubuh. Sementara untuk dihilangkan sama sekali tidak mungkin. Ini menyangkut daya beli dan keadaan lingkungan juga," jelas Widjaja yang ditemui dalam seminar tentang kolesterol minggu lalu di Jakarta.
Begitu juga dengan presentase dietary fiber orang Indonesia, menurut Widjaja bila ditemukan ada orang yang konsumsi fibernya 12 persen saja sudah sangat baik sekali di Indonesia. "Padahal di luar rata-rata 25 persen," tambahnya.
"Ini yang membuat penyakit degeneratif semakin banyak kasusnya. Sebab kita sangat sulit mengubah meal patterns orang Indonesia. Bayangkan saja food compotition kita saja tidak pernah berubah, kalau pun berubah hanya seputaran itu-itu saja. Tidak berkembang. Bila memang ingin melakukan perubahan setidaknya para ahli di Indonesia, seperti ahli jantung, ahli gizi dan nutrisi semua harus duduk bersama membicarakan ini," kata Widjaja.

Kebiasaan Makan yang Salah dan Solusinya

Tanpa disadari sering kita tidak memperhatikan kebiasaan makan sehari-hari, misalnya karena sibuk di kantor, Anda ingin sedikit memanjakan diri dengan makan makanan berlemak. Atau karena tiba di rumah sudah agak larut, Anda makan malam sambil lesehan menonton televisi.
Kebiasaan seperti ini ternyata sangat tidak bersahabat untuk lingkar pinggang alias berpotensi bikin tubuh Anda menjadi melar. Karena tidak menyadari kesalahan tersebut, Anda juga jadi lebih sulit untuk mengenyahkan timbunan lemak yang berlebihan.
"Kebiasaan yang paling berbahaya adalah ketika kita tidak merasa bahwa itu sesuatu yang penting," ungkap pakar diet Dawn Jackson Blatner, yang juga penulis buku The Flexitarian Diet.
"Ketika orang menambah berat badan, mereka sering tidak mengira bahwa mereka telah melakukan sesuatu yang sangat penting, dan itu bisa saja benar. Anda tidak perlu melakukan sesuatu yang besar untuk menambah berat badan 5 kg dalam setahun."
Tapi jangan khawatir, jika Anda terbiasa dengan apa yang Anda lakukan, kebiasaan buruk tersebut masih bisa diperbaiki. Coba lihat apakah Anda kerap melakukan hal-hal di bawah ini, dan bagaimana memperbaikinya.
Makan saat tidak fokus
Hal ini mungkin tidak sebahaya ketika Anda mengemudi sambil SMS-an atau sambil memelototi giant screen yang ada di pinggir jalan. Namun makan sambil membaca majalah, atau sambil browsing internet, akan menyebabkan Anda tidak mengontrol apa yang masuk ke mulut Anda. Ketika perhatian Anda sedang teralihkan, Anda cenderung makan lebih banyak daripada yang Anda perlukan. Hal itu tidak Anda disadari sampai Anda menghabiskannya, karena multi-tasking membuat Anda sulit mendeteksi rasa kenyang.
Menurut berbagai penelitian, makan sambil melakukan kegiatan lain bisa menyebabkan kurangnya rasa puas dengan makanan yang dikonsumsi. Akibatnya, Anda terdorong untuk makan lebih banyak.
Solusinya sederhana saja: fokuslah dengan makanan Anda ketika sedang makan, dan sebaiknya lakukan di atas meja makan.
Makan sambil berdiri
Kondisinya hampir sama dengan yang terjadi ketika Anda makan sambil nonton televisi atau sambil membaca buku. Misalnya, makan sambil bersandar di pantry, atau sambil berjalan ke suatu tempat karena ingin menghemat waktu.
Menurut Judith S. Beck, penulis buku The Beck Diet: How to Think Like a Thin Person, sebaiknya Anda tidak memasukkan apapun ke mulut saat Anda berdiri atau berjalan. Sebab, orang cenderung makan lebih banyak dan lebih cepat ketika sedang berdiri atau berjalan, ketimbang saat duduk. Bayangkan ketika ada kiriman cookies atau donat di kantor, lalu teman-teman Anda menyerbu ke meja tempat makan tersebut disajikan. Asyik bukan, ngobrol sambil terus-menerus mencomot cookies? Akibatnya Anda tak menyadari berapa banyak kalori yang sudah masuk ke tubuh Anda.
Jalan-jalan tanpa rencana
Ketika Anda mendadak ingin menghabiskan akhir pekan di Puncak, lalu Anda berangkat dalam keadaan perut keroncongan, besar kemungkinan Anda akan berhenti di rest area atau di restoran fast food yang Anda temukan di sepanjang jalan. "Akhirnya Anda makan sesuatu yang akan Anda sesali belakangan," ujar Karen Ansel, pakar diet dan juru bicara American Dietetic Association.
Jika perut memang sedang lapar, lebih baik bawa beberapa cemilan sehat yang bisa dimakan di perjalanan, seperti buah-buahan. Atau, rencanakan sejak awal dimana atau bagaimana Anda akan mengisi perut. Paling baik sih, membawa bekal makanan sendiri dari rumah.
Tidak merencanakan menu makanan sebelumnya
Kita cenderung memutuskan apa yang ingin dimakan saat kita sudah berada di depan food court atau deretan warung. "Menjelang makan siang, tiba-tiba Anda sudah berdiri di depan sajian makanan atau lemari es, lalu mencoba memutuskan apa yang akan dimakan dan berapa banyak yang akan dimakan," papar Scott Kahan, direktur George Washington University Weight Management Program di Washington, D.C. Bila tidak merencanakannya, Anda cenderung akan memilih makanan yang terlihat paling menggiurkan.
Bandingkan jika Anda merencanakannya sebelumnya. "Aku mau sayuran ah, siang ini. Kemarin sudah makan yang daging-dagingan!" begitu kata Anda saat sedang bersiap turun dari kantor. Menurut Kahan, kebiasaan merencanakan menu makanan akan membuat Anda lebih mudah makan lebih sehat.

Makan Terlalu Cepat Ternyata Bikin Anda Gemuk

Percayakah anda jika makan terlalu cepat menyebabkan kegemukan? Temuan penelitian di Selandia Baru mengatakan demikian. Dalam studi terbaru yang dipublikasikan dalam Journal of American Dietetic Association, para peneliti menemukan bahwa wanita berusia 40-50 yang makan cepat lebih cenderung menjadi gemuk daripada yang makan lambat.
Bahkan, menurut penelitian di Jepang sebelumnya, makan cepat bisa menyebabkan dua kali lipat resiko kelebihan berat badan. Universitas Osaka memantau kebiasaan makan dari 3.000 orang. Mereka menemukan kesimpulan 84 persen laki-laki yang makan cepat, lebih mungkin untuk mengalami kegemukan.
"Makan terlalu cepat membuat otak kita tidak menyadari bahwa perut sudah penuh,"kata  profesor fisiologi metabolik di Universitas Nottingham, Ian McDonald.
Pada saat yang sama, hormon ghrelin yang memberi sinyal ketika perut merasa lapar menurun. "Diperlukan waktu selama 20 menit setelah anda mulai makan, sampai pesan untuk berhenti sampai ke otak. Sederhananya, makan terlalu cepat, dan Anda cenderung memenuhi perut dengan makanan berlebih,” kata McDonald.
Konsultan pencernaan di Klinik London dan Rumah Sakit St Mark di London, David Forecas mengatakan makan terlalu cepat juga meneyebabkan perut kembung. “Banyak udara yang tertelan sehingga perut menjadi tidak nyaman,”kata dia. Menurutnya, orang rata-rata membutuhkan waktu minimal 20 menit untuk makan.

Teh Hijau Atasi Obesitas

Jika Anda ingin mengurangi efek makanan berlemak yang bersarang di pinggang, Anda mungkin bisa mencoba untuk mengonsumsi teh hijau.

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh peneliti Universitas Penn State menemukan bahwa senyawa di teh herbal tersebut dapat menurunkan berat badan pada seekor tikus.

Tikus yang digunakan untuk percobaan merupakan tikus yang mengalami obesitas. Para peneliti menggunakan dua tikus yang memiliki lemak tinggi dan keduanya diberikan jumlah makanan yang sama. Tikus pertama yang diberikan asupan Epigallocatechin-3-gallate (EGCC), sebuah senyawa yang ditemukan pada teh hijau, ternyata ampuh menurunkan berat badan hingga 45% dibandingkan tikus yang lain.

Tak hanya sekedar berat badan yang turun, dari penelitian tersebut juga menunjukkan adanya peningkatan 30% lipid tinja.

"Tampaknya ada dua manfaat, awalnya, EGCG membantu tubuh untuk menyerap lemak dan, kedua, meningkatkan kemampuan untuk memanfaatkan lemak," ujar peneliti Joshua Lambert.

Lambert juga menambahkan seseorang yang meminum secangkir teh hijau per hari akan mendapatkan asupan EGCG, tapi penelitian terbaru mengindikasikan bahwa, mengonsumsi teh hijau tidak berpengaruh pada nafsu makan, dan hanya dapat memperlambat penambahan berat badan.

Duduk Sepanjang Hari Bikin Gemuk Badan Bagian Bawah

Ini berita tak menyenangkan bagi pekerja kantor yang biasa duduk sepanjang waktu saat bekerja. Para ilmuwan telah mengungkapkan bahwa duduk untuk jangka waktu yang lama benar-benar memberikan peluang bagian belakang dan bawah tubuh menjadi lebih besar.
Penelitian mengejutkan menemukan bahwa tekanan yang dibebankan pada area tubuh yang digunakan untuk duduk atau berbaring memproduksi hingga 50 persen lemak lebih banyak pada bagian-bagian yang terisolasi.Apalagi dikombinasikan dengan diet yang kuarng sehat dan tubuh kurang gerak.
Studi ini menjelaskan untuk pertama kalinya menggambarkan bahhkan mereka dengan diet sehat dan kebiasaan berolahraga akan terpengaruh jika mereka menghabiskan waktu yang lama untuk duduk di belakang meja.
Para peneliti menemukan bahwa sel-sel preadipocyte - prekursor untuk sel-sel lemak - berubah menjadi sel lemak dan menghasilkan bahkan lebih banyak lemak saat 'terdiam' pada kurun waktu berkepanjangan - saat berat badan ditumpukan pada jaringan tubuh kita ketika kita duduk atau berbaring.
Dengan mempelajari gambar MRI dari jaringan otot pasien lumpuh oleh cedera tulang belakang, dari waktu ke waktu, baris sel-sel lemak menyerang otot-otot utama dalam tubuh.
Dalam uji laboratorium, serangkatan preadipocytes dirangsang dengan glukosa atau insulin untuk mengubahnya menjadi sel-sel lemak. Mereka kemudian ditempatkan pada sel individu dalam perangkat sel peregangan, melampirkan mereka ke substrat fleksibel dan elastis. Kelompok uji sel dibentang secara konsisten untuk jangka waktu yang lama, yang mewakili perpanjangan masa duduk atau berbaring, sementara kelompok kontrol sel tidak.
Para peneliti mencatat perkembangan tetesan cairan dalam pengujian kedua kelompok. Hasilnya, pada saat sel-sel mencapai kematangan, kelompok yang menerima mekanik peregangan telah mengembangkan 50 persen lebih banyak lemak daripada kelompok kontrol.
Profesor Amit Gefen, dari Tel Aviv University, mengatakandari penelitian disimpulkan obesitas adalah lebih dari sekedar ketidakseimbangan kalori. "Sel sendiri juga responsif terhadap lingkungan mekanik mereka. Sel lemak memproduksi trigliserida lebih [bentuk utama dari lemak yang tersimpan dalam tubuh], dan.. pada tingkat yang lebih cepat, bila terkena peregangan statis," katanya.
Karenanya kata Profesor Gefen, bila ingin berat tubuh seimbang, tak hanya asupan kalori yang diperhatikan, tapi juga tubuh harus bergerak. Penelitian ini telah dipublikasikan dalam American Journal of Physiology.

Lima Alasan Ilmiah Kenapa Wanita Sulit Turunkan Berat Badan

Perempuan terkadang merasa sulit menurunkan berat badan dibandingkan laki-laki. Ternyata, itu bukanlah sekedar perasaan. Banyak faktor ilmiah yang menyebabkan perempuan lebih sulit untuk membakar lemak tubuh dibandingkan laki-laki.
 
Inilah alasan wanita sulit menurunkan berat badan.
1. Wanita memiliki lebih banyak lemak dibandingkan ototPerempuan lebih banyak memiliki lemak dibandingkan otot di dalam tubuh. Jaringan otot bersifat lebih aktif dari jaringan lemak. Kalori yang tersimpan dalam otot lebih mudah terbakar. Pria yang memiliki jumlah otot lebih banyak dibandingkan wanita lebih mudah untuk menurunkan berat badan.
Dibandingkan lelaki, jumlah lemak yang ada pada tubuh perempuan hampir mencapai dua kali lipatnya. Sebagai calon ibu, lemak ini penting diperlukan untuk membantu ketika hamil dan menyusui.

2. Distribusi lemak
Distribusi lemak pada perempuan dan pria juga berbeda. Perempuan lebih banyak memiliki lemak di bagian bawah tubuh. Sementara itu, lelaki menumpuk lemaknya di tubuh bagian atas.
Ada perbedaan sifat lemak yang cukup mendasar tergantung dari letaknya di dalam tubuh. Lemak bagian atas lebih cepat terbakar dibandingkan lemak tubuh bagian bawah. Hal ini bisa diuji pada wanita yang sedang diet. Penurunan berat badan cenderung diamati dari pengukuran tubuh bagian atas yang lebih mudah mengecil.

3. Perempuan memiliki bentuk tubuh lebih kecil dari priaUmumnya, wanita memiliki perawakan yang cenderung lebih kecil dibandingkan pria. Ukuran tubuh yang lebih besar membuat pria lebih mudah kehilangan panas tubuh. Hilangnya panas tubuh dapat meningkatkan metabolisme. Sehingga, hal tersebut mudah menurunkan berat badan.

4. Hormon tubuhSecara alami, hormon pria membantu menurunkan berat badan. Testosteron dan hormon pertumbuhan dapat meningkatkan tingkat metabolisme. Hormon itu bisa meningkatkan massa otot tubuh. Karena pria menghasilkan lebih banyak testosteron  dibandingkan perempuan, mereka cenderung membakar lemak lebih banyak daripada wanita.
Selama kehamilan dan siklus menstruasi, sel-sel lemak dalam tubuh wanita mempertahankan jumlah air akibat perubahan hormonal. Adanya kandungan air dalam lemak membuat sel-sel lemak memperbesar. Alhasil, adanya air menyebabkan metabolisme lemak menjadi sulit dilakukan oleh wanita.
Hormon progesteron yang diproduksi oleh perempuan juga memicu rasa lapar. Tak hanya itu, progesteron membuat wanita merasa mengantuk dan kurang berolahraga. Sehingga, hal tersebut semakin memicu kenaikan berat badan.

5. Faktor kehamilanSel-sel lemak berkembang biak dan berkembang selama kehamilan. Setelah kehamilan, sel-sel lemak masih ada dalam tubuh. Setiap kali tubuh makan makanan yang berlebih, sel-sel lemak akan semakin luas dan membuat berat badan bertambah.

Stop Menyentuh Wajah dengan Tangan!

Secara tak sadar, kita pasti sering menyentuhkan tangan pada wajah, entah itu untuk mengelus-elus dagu, menyentuh pipi, menggaruk hidung, menyandarkan pipi ke telapak tangan, atau sekadar mengenyahkan rambut yang menutupi muka. Sadarkah Anda bahwa kemungkinan besar itulah yang membuat wajah Anda berjerawat?

Telapak tangan = sumber bakteri
Nyaris semua aktivitas kita sehari-hari dilakukan dengan tangan. Maka tak heran jika sebagian besar bakteri dan kuman yang kita temui setiap hari menempel di tangan kita.

Jerawat terbentuk saat pori-pori tersumbat oleh sel kulit mati, minyak, atau kosmetik, kemudian bercampur dengan bakteri. Bayangkan apa yang terjadi saat kulit wajah kita sudah ditutupi oleh minyak dan debu setelah seharian beraktivitas, lalu tangan kita yang penuh kuman menyentuh-nyentuh kulit. Tak heran jika jerawat di wajah tak kunjung berkurang.

Masalahnya, biasanya aktivitas menyentuh wajah ini dilakukan secara tidak sadar. Atau jika dilakukan secara sadar, sulit sekali rasanya untuk menahan diri. Bagaimana caranya menghentikan kebiasaan buruk ini?

1. Pastikan tangan selalu bersih
Tak salah jika sejak dulu ibunda selalu mengingatkan untuk mencuci tangan dengan sabun. Tak perlu sering-sering, karena akan membuang bakteri baik dan membuat kulit tangan jadi kasar, namun setidaknya selalu cuci tangan setiap habis melakukan aktivitas yang mentransfer banyak kuman.

Ingat, setelah tangan dicuci, bukan berarti kita bebas menyentuh wajah. Ini hanya untuk jaga-jaga, setidaknya jika kita tak sengaja menyentuh wajah, tangan sedang dalam keadaan "tak kotor-kotor amat".

Yang terpenting, pastikan tangan Anda dalam keadaan bersih saat tiba waktunya mengoleskan pelembab, sunscreen, krim malam, masker, atau obat jerawat.

2. Jangan memainkan rambut
Rambut mengandung minyak yang jika menyentuh wajah (baik langsung maupun melalui perantara tangan) bisa menambah penumpukan minyak di kulit muka dan menyebabkan jerawat.

3. Gunakan punggung tangan
Jika Anda benar-benar harus menyentuh wajah, misalnya untuk mengenyahkan benda asing, gunakan punggung tangan dan bukan telapak tangan. Punggung tangan tidak bebas kuman, tapi jumlahnya tak sebanyak kuman di telapak tangan.

4. Sibukkan tangan Anda
Biasanya kebiasaan menyentuh-nyentuh jerawat dan mengelus-elus kulit wajah dilakukan saat sedang iseng. Untuk mengalihkannya, beri kebiasaan lain bagi tangan Anda, misalnya memainkan jemari tangan. Memasukkan tangan ke dalam saku, memegang sebuah benda dengan dua tangan, dan melipat tangan di depan dada juga bisa jadi "penahan" agar tangan tak jalan-jalan.

5. Pakai sarung tangan
Ini berlaku untuk Anda yang sering tak sengaja menyentuh wajah saat tidur di malam hari. Tentunya Anda harus memastikan sarung tangan Anda bersih dan selalu rutin dicuci. Mau trik oke? Oleskan lotion pelembap ke telapak tangan sebelum tidur dan tutupi dengan sarung tangan. Anda pun akan bangun dengan tangan yang lembut dan halus.

6. Libatkan orang-orang terdekat
Beri tahu sahabat, kekasih, adik, kakak, mama, papa, dan rekan-rekan kerja tentang efek buruk menyentuh wajah dengan tangan. Ingatkan mereka untuk menegur Anda saat Anda melakukannya.

Jangan Jilat Bibir Anda!

Mencium kekasih? Hmm nampaknya menyenangkan! Eits tapi tunggu dulu, lebih baik Anda cek dulu, apakah bibir anda kering atau tidak. Malu dong ah, kalau bibir dalam kondisi tak prima.

Suhu udara yang sedang dingin, ditambah lagi bila Anda adalah seorang perokok, keringnya bibir bisa makin menjadi. Namun tenang saja, karena ada beberapa cara atasi bibir kering. Yuk, simak.

1. Minum air putih sebanyak banyaknya. Lebih tepatnya 2-3 liter air setiap hari.
2. Makan sayuran harus itu. Pilih sayuran hijau, wortel, juga tomat. Sayur atau buah bervitamin A akan membantu memperbaiki kerusakan kulit.
3. Irisan mentimun, minyak kelapa, lidah buaya atau madu akan sangat berguna untuk bibir kering. Oleskan perlahan pada bibir kering, lakukan secara rutin.
4. Selalu sediakan pelembab bibir. Bila sudah terasa mulai kering, segera oleskan. Pilih yang mengandung beewax, shea butter, dan SPF untuk melindungi bibir dari sinar matahari.
5. Nah ini dia hal sederhana namun sangat penting. JANGAN menjilat bibir anda sendiri. Air liur menguap dengan cepat, dan ini membuat bibir menjadi makin kering.

8 Bahan Makanan yang Dapat Memerangi Selulit


Coba cek paha Anda, bagian bawah bokong, atau bagian bawah perut. Jika tekstur kulit Anda di area tersebut cenderung kasar, bergelambir, dan bergurat-gurat penuh lemak, itulah selulit. Selulit bukan hanya masalah yang dialami orang-orang bertubuh gemuk. Bahkan pada yang bertubuh kurus pun, terkadang selulit dapat ditemukan terutama di paha dan bokong.

Selulit disebabkan oleh banyak hal, di antaranya hormon, pola makan, gaya hidup yang tidak sehat, pakaian dalam yang terlalu ketat, dan faktor genetis. Selulit juga tak dapat dihilangkan secara permanen, namun kita bisa mengurangi penumpukan lemak di bawahnya dan membuat selulit terlihat berkurang dan penampakannya tersamar.

Berikut ini delapan bahan makanan yang dipercaya bisa memerangi selulit:

1. Blueberry
Buah mungil berwarna biru ini mengandung polyphenol yang sudah terbukti dapat mengurangi penumpukan lemak.

2. Sayuran hijau, kacang-kacangan, dan bawang putih
Bahan-bahan makanan ini memperkuat fungsi hati sehingga metabolisme tubuh dalam mengusir lemak menjadi lebih cepat.

3. Lemon
Sari lemon membantu mengusir racun dari dalam tubuh, termasuk lemak yang tak sehat. Agar lebih efektif, campurkan lemon dengan teh herbal atau teh jahe.

4. Jus hijau
Setiap hari, sempatkan mengonsumsi jus timun atau jus lain yang terbuat dari sayuran segar dengan kandungan serat yang tinggi.

5. Minyak zaitun
Tinggalkan minyak goreng yang diproduksi di pabrik dan sudah melewati berbagai proses pemanasan yang tak sehat. Gantikan dengan minyak zaitun yang bukan hanya lebih sehat tapi juga lebih enak.

6. Tauge
Tauge dan jenis-jenis kecambah lain memiliki kandungan enzim yang bahkan lebih tinggi dair sayur dan buah. Enzim ini sangat membantu dalam proses pencernaan.

7. Pepaya dan nanas
Sama seperti tauge, kedua buah ini juga memiliki kandungan enzim yang tinggi yang membantu tubuh mencerna bahan makanan termasuk lemak dengan lebih efektif.

8. Air mineral
Jangan bosan membaca artikel yang mengingatkan Anda untuk minum air mineral minimal 8 gelas sehari. Ini adalah kunci penting bukan hanya untuk menjaga kesehatan, tapi juga merawat kecantikan.

Bau Kaki? Ikuti Trik Ini!

Pasti Anda pernah mengalami bau kaki. Bau kaki ini biasanya berasal dari campuran keringat dan bakteri di kaki. Bau kaki yang tak sedap memang sungguh mengganggu. Tak heran, banyak orang yang tak mau dekat-dekat dengan si empunya bau kaki. 
 
Cuci Kaki
Terdapat kelenjar keringat pada telapak kaki Anda, sehingga kaki bisa menghasilkan keringat. Dengan keberadaan bakteri actinomycetes yang timbul akibat pemakaian sepatu dengan bahan yang menghambat pertukaran udara, sekresi keringat memecah dan menghasilkan bau busuk. Menghilangkan bau busuk ini dapat diatasi dengan mencuci kaki dengan sabun, kemudian keringkan hingga benar-benar kering. Pastikan juga saat Anda mandi, kaki dan sela-sela jari benar-benar disikat dengan sabun guna memperkecil bau kaki.

Air Garam
Untuk Anda yang berkeringat berlebihan, coba tambahkan setengah cangkir garam kasar dengan satu liter air, kemudian rendamkan kaki dalam larutan air garam tersebut. Setelah berendam, jangan bilas kaki Anda. Cukup dikeringkan saja, karena garam memiliki efek pengering pada kaki.

Pakai Deodoran
Percaya atau tidak, deodoran yang biasa dikenakan pada ketiak Anda dapat juga digunakan pada kaki Anda. Namun, perhatikan label pada kemasan produk. Deodoran mengandung bahan antibakteri yang dapat membunuh bakteri, meskipun tidak akan menghentikan keringat, namun deodoran dapat menghilangkan bau tak sedap ketika keringat bertemu dengan bakteri.

Kaos Kaki
Kenakan kaos kaki yang memungkinkan kaki Anda bernapas. Pastikan juga Anda selalu mengganti kaos kaki Anda setidaknya sekali di siang hari dan tidak memakainya dua hari berturut-turut tanpa mencucinya terlebih dahulu. Pilih kaos kaki yang berbahan katun atau wol, bukan bahan sintesis.

Jangan Gunakan Sepatu yang Sama
Cara lain untuk mengatasi bau kaki adalah dengan tidak menggunakan sepatu yang sama selama dua hari berturut-turut. Sebaiknya, gunakan sepatu yang berbeda dalam dua hari berturut-turut. Hal ini akan memberi waktu bagi sepatu untuk kering dan tidak lembab dalam waktu 24 jam. Pakai sendal yang terbuka bagian depan saat cuaca sedang panas. Ketika di rumah, cobalah bertelanjang kaki.

Cek Jamur
Cek kemungkinan adanya infeksi jamur di antara jari dan bagian bawah kaki. Bila terlihat ada warna kemerahan atau kulit kering, gunakan produk perawatan untuk kaki atau bisa juga berkonsultasi dengan dokter mau pun petugas kesehatan.

Makan dengan Bijak
Hindari makanan yang memberikan aroma kuat, seperti bawang putih, bawang merah, daun bawang dan paprika, karena zat yang terkandung didalamnya dapat melewati aliran darah dan akhirnya berkonsentrasi dalam keringat Anda.

Tetap Tenang
Stres dan cemas meningkatkan produksi keringat. Jadi, jika tak ingin keringat berlebihan di kaki Anda dan menimbulkan bau kaki, cobalah untuk mengurangi tingkat stres Anda.

Langkah-langkah Mengatasi Tumit Pecah-pecah

Tanya:
Telapak kaki saya pecah-pecah dan sangat kering, sudah berbagai pelembab kulit saya gunakan tapi bereaksi hanya beberapa jam saja. Setelah itu telapak kaki saya kembali pecah-pecah bahkan belah sampai kadang berdarah. Adakah obat, pelembab, atau terapi yang bisa saya gunakan?

Zakiyah, Lampung

Jawab:
Hi Zakiyah,
Kedengarannya sangat serius, ya, masalahnya.

Pertama-tama yang perlu dicek adalah apakah permasalahan tersebut timbul dari sekedar kulit kering saja. Kondisi kulit kering pada kaki bisa disebabkan oleh kebiasaan memakai sandal terbuka sehingga kulit terekspos udara dan sinar matahari, atau memang udara yang sangat panas di tempat Zakiyah tinggal.

Kekeringan kulit juga bisa disebabkan oleh kondisi medis seperti penyakit diabetes yang menjadikan kulit cenderung kering atau kondisi medis kulit seperti psoriasis. Hal ini bisa dicek dengan dokter ahli kulit.
Tapi sebelum berkonsultasi dengan dokter kulit, bisa mencoba beberapa langkah di bawah ini.


1. Buang bagian kulit kering yang sudah tidak sehat lagi. Sebelum tidur, coba rendam kaki di air hangat selama 15 – 20 menit. Kemudian lakukan eksfoliasi atau pengelupasan menggunakan scrub untuk mengangkat sel kulit mati dan kering pada area kaki. Hati-hati pada bagian yang sudah luka, apalagi berdarah. Lebih baik menghindari bagian tersebut.

2. Scrub untuk kaki bisa dengan mudah didapatkan di bagian perawatan kulit di supermarket. Tetapi, untuk mengangkat kulit mati bisa juga menggunakan batu apung yang dikenal sebagai alat ampuh untuk melakukan tugas tersebut. Gosokkan pelan-pelan saja, ya. Jangan khawatir, kulit mati akan tetap terangkat meski gosokannya pelan.

Ramuan lainnya yang saya suka adalah campuran gula pasir yang bisa dibuat dengan mudah. Karena kulit kamu masih sensitif, campurkan ½-1 sendok minyak zaitun dan 2 sendok gula pasir (pilih gula kasar dan bukan gula pasir halus). Apabila kondisi kulit sudah membaik, bisa mencoba campuran lemon dan gula pasir sebagai scrub, karena lemon diketahui sebagai kandungan yang baik untuk membantu eksfoliasi kulit. Resep ramuannya bisa dilihat di artikel berikut: http://fashionesedaily.com/blog/2011/08/16/home-made-coffee-lemon-scrub/.

3. Selalu gunakan pelembab untuk kaki setelah mandi dan sedikitnya dua kali sekali. Untuk malam hari, lebih baik menggunakan pelembab yang lebih pekat sehingga memberikan kelembapan lebih. Pelembab yang lebih pekat teksturnya biasanya akan menyebabkan kaki kita mudah berkeringat karena pada malam hari kita tidur dan tidak beraktivitas, jadi ini adalah saat yang paling tepat.

Saya sarankan untuk menggunakan minyak zaitun, body butter, atau pada saat yang sedang kering seperti saat sekarang ini bisa menggunakan petroleum jelly. Aplikasikan sebelum tidur dan gunakan kaus kaki pada saat tidur untuk menjaga kelembaban tetap ‘terjebak’ di dalam area kaki. Biasanya, kaki kita akan langsung terasa lembut di saat kita bangun di pagi hari.

Kiat-kiat menjaga kecantikkan kaki juga bisa disimak di artikel ini: http://fashionesedaily.com/blog/2011/08/25/beautiful-looking-feet-is-just-two-steps-away/.

Selamat mencoba, dan mudah-mudahan jawaban di atas bisa berguna.

Solusi untuk Mencerahkan Bibir yang Menghitam

Tanya:
Bibir saya warnanya hitam. Bukan karena merokok, tapi memang dari kecil sudah hitam. Adakah solusinya agar bisa agak cerah, minimal hitamnya berkurang?
Kika, Jakarta.

Jawab:
Hi Kika,

Walaupun bibir hitam identik dengan perokok, itu bukan satu-satunya alasan penyebab bibir hitam. Penyebab lainnya adalah konsumsi teh atau kopi berlebihan, penggunaan lipstik yang ternyata tidak cocok di bibir, terpapar matahari terlalu sering, dan terlalu sering menjilat bibir.

Untuk mengatasi bibir hitam, beberapa hal berikut bisa dicoba:

1. Exfoliate:
lakukanlah pengelupasan setiap hari untuk mengangkat sel kulit mati di bibir yang menyebabkan kekeringan pada bibir dan membuat bibir terlihat lebih kusam. Cukup gosokkan sikat gigi ke bibir secara perlahan setelah menyikat gigi pada malam hari untuk melakukan eksfoliasi reguler. Atau, campuran olive oil dan sugar pasir bisa dijadikan alternatif untuk melakukan eksfoliasi bibir. Cukup gosokkan perlahan campuran tersebut dengan menggunakan lap tangan dengan gerakkan memutar dan basuh setelahny. Gunakan dua kali seminggu.

2. Protect:
karena salah satu penyebab bibir hitam adalah paparan sinar matahari, jangan lupa untuk menggunakan lip balm yang mengundang SPF.

3. Moisturize: penting untuk selalu menjaga kelembaban bibir supaya bibir tidak pecah-pecah dan menjadi kering lalu kemudian menghitam. Gunakan pelembab bibir apapun yang nyaman untuk bibir Anda. Sebelum mengaplikasikan lipstik, jangan lupa untuk selalu mengaplikasikan pelembab bibir. Madu juga dapat menjaga kelembaban  bibir kita dan juga membuatnya lembut. Gunakanlah di malam hari, karena madu terasa agak lengket di bibir apabila digunakan pada siang hari.

4. Treat: untuk membantu menyamarkan hitam di bibir, coba campurkan air jeruk nipis, madu, dan gliserin dan gunakanlah secara rutin setiap hari selama beberapa minggu. Alternatif lain adalah menggunakan air perasan lemon yang diketahui juga memiliki kemampuan untuk menyamarkan noda di kulit. Untuk membuat lemon juice paste, campur air perasan lemon, tepung, yoghurt dan madu (masing-masing dengan takaran yang sama) dan gunakanlah sebagai masker di bibir Anda selama 30 menit dan kemudian bilas bersih.

Selamat mencoba dan semoga berhasil membuat bibir tidak hitam lagi.

5 Mitos Tentang Deodoran dan Kanker Payudara

Tak bisa dipungkiri, produk kosmetik dan perawatan kulit pasti mengandung bahan kimia. Tak heran jika banyak kabar beredar tentang efek buruk penggunaan produk-produk tersebut, seperti rumor tentang deodoran yang katanya bisa meningkatkan risiko kanker payudara. Tapi apakah benar?

Jangan telan bulat-bulat semua informasi yang Anda dengar. Di bawah ini ada lima mitos yang salah tentang deodoran dan antiperspirant, yang sudah dibantah oleh banyak ahli termasuk oleh American Cancer Society.

1. Deodoran meningkatkan risiko kanker payudara?
Nyaris tak ada bukti ilmiah yang mendukung mitos ini. Sejumlah ilmuwan pernah melakukan penelitian di tahun 2002, melibatkan 813 wanita pengidap kanker payudara dan 793 wanita yang sehat. Para ilmuwan tersebut tak menemukan adanya hubungan antara risiko kanker payudara dengan penggunaan deodoran, maupun dengan kebiasaan mencukur bulu ketiak.

2. Memakai deodoran setelah mencukur rambut ketiak membuat bahan kimia yang berbahaya jadi lebih mudah masuk ke dalam tubuh dan menyebabkan kanker payudara?
Jika Anda bercukur dan tak sengaja melukai kulit ketiak Anda, kulit Anda berisiko terkena infeksi. Dan jika kulit yang luka atau terinfeksi terkena paparan deodoran, tentu saja akan menimbulkan iritasi kulit. Bukan kanker payudara.

3. Deodoran mengandung bahan kimia bernama parabens yang menyebabkan kanker?
Penelitian menunjukkan bahwa parabens mengandung substansi yang mirip dengan hormon estrogen. Jika tubuh terpapar banyak estrogen, risiko kanker payudara memang meningkat. Namun estrogen yang terdapat dalam parabens jauh lebih sedikit dibanding estrogen yang dihasilkan secara alami oleh tubuh kita. Fakta lainnya: parabens tak hanya terdapat pada deodoran, tapi juga shampo, body lotion, sun screen, dan berbagai jenis make up. Penelitian lain juga menunjukkan bahwa parabens bisa ditemukan pada urine di 99% manusia. Dan hingga kini belum ada bukti bahwa parabens menyebabkan kanker.

4. Antiperspirant membuat produksi keringat berkurang. Racun-racun berbahaya di dalam tubuh jadi tak bisa terbuang, dong?
Tubuh membersihkan diri dari racun-racun yang berpotensi menyebabkan kanker bukan lewat keringat, melainkan dengan bantuan ginjal dan hati. Bahan-bahan berbahaya ini "diusir" keluar dari darah melalui urine dan feces.

5. Risiko kanker payudara bagi pria lebih kecil karena mereka tak mencukur bulu ketiak dan bahan-bahan deodoran tak terserap masuk ke dalam kulit?
Pria lebih jarang terkena kanker payudara dibanding wanita karean pria memiliki jaringan payudara yang lebih sedikit dibanding wanita. Jaringan payudara wanita jumlahnya seratus kali lipat pria, jadi wajar saja jika risiko kanker payudara pada wanita pun seratus kali lebih besar. Hal lain yang menyebabkan perbedaan tingginya risiko kanker payudara adalah hormon. Jika seorang pria memiliki kadar hormon estrogen yang tinggi, ia pun berisiko lebih besar untuk terkena kanker payudara. Bukan karena rambut ketiak maupun deodoran.