Minggu, 05 Februari 2012

Tips Membangkitkan Semangat Kerja di Hari Senin

Hari Minggu yang menyenangkan sudah berakhir, kini saatnya bekerja kembali di hari Senin. Tetapi bagaimana jika rasa malas tak bisa dihindari? Tenang saja, tidak ada rasa malas yang tidak bisa diatasi!

Persiapan
Hindari terburu-buru dan kurang persiapan pada hari Senin. Tergesa-gesa dan khawatir terlambat bisa membuat mood hari Senin Anda semakin kelabu. Siapkan pakaian yang akan Anda kenakan pada hari Senin. Siapkan sebelum tidur untuk menghindari terburu-buru memilih pakaian di hari Senin. Tak sedikit wanita yang berganti baju lebih dari satu kali sebelum akhirnya memutuskan mana yang akan dipakai. Nah, hal itu tentunya memakan waktu.

Bereskan pekerjaan untuk mengurangi beban di hari Senin. Usahakan selesaikan sebanyak mungkin pekerjaan di hari Jumat. Jangan menyisakan pekerjaan berat untuk hari Senin yang membuat Anda malas untuk bergerak ke kantor. Rapikan meja Anda sebelum pulang di hari Jumat untuk memberi suasana yang menyenangkan. Barang bawaan seperti berkas, presentasi, atau apa pun yang harus dibawa pada hari Senin jangan lupa dipersiapkan sebelumnya. Usahakan semuanya sudah tertata rapi dan siap dibawa. Jika hampir semua persiapan sudah beres sebelum tidur, Anda tentunya bisa memiliki ekstra beberapa menit untuk bangun lebih siang di hari Senin.


Hari-H
Menambah beberapa menit ekstra untuk tidur memang sangat menyenangkan, tetapi bangun lebih pagi ternyata juga memberi manfaat tersendiri. Dengan bangun lebih pagi, Anda menjadi tidak tergesa-gesa dan tertekan pada Senin pagi. Belum lagi perjalanan ke kantor tentu penuh kemacetan dan berpotensi bikin terlambat.

Tampil dengan busana terbaik di hari Senin bisa membantu menambah semangat. Kenakan pakaian favorit atau tas andalan yang bisa menambah rasa percaya diri. Ketika Anda merasa senang, percaya diri, dan nyaman dengan penampilan, otomatis mood Anda akan semakin baik.

Mandi dengan sabun aromaterapi atau memanjakan diri dengan perawatan tubuh di Senin pagi juga bisa menjadi pendorong mood yang baik. Jangan lupakan sarapan untuk menambah semangat. Makan enak akan membuat hati semakin senang. Sesekali boleh juga pergi resto yang menyajikan menu sarapan. Ajak teman untuk sarapan pembangkit semangat sebelum berangkat ke kantor. Buat diri Anda ceria sebelum berangkat menuju sekolah atau tempat kerja. Usahakan untuk tidak meninggalkan rumah dengan muka tertekuk. 

Tak perlu banyak mengeluh sehingga membuat mood semakin keruh. Tak ada yang senang mendengar orang mengeluh. Hindari memasang status atau meng-update Twitter dengan kalimat yang suram. Sebaliknya, semangati diri Anda atau teman-teman lain dengan kalimat-kalimat yang membangkitkan semangat. Mengeluh hanya akan membuat Anda merasa hidup Anda susah dan menjadi sulit untuk menghargai hal baik yang sudah terjadi dalam hidup selama ini.


Pembangkit semangat
Salah satu hal yang dapat membangkitkan mood secara efektif adalah musik. Putarlah lagu-lagu yang bisa membangkitkan semangat. Lagu yang tepat bisa membangkitkan semangat Anda sampai seharian. Jika perlu, sesekali traktir diri Anda sendiri untuk hari Senin yang lebih semangat. Beli barang baru yang tidak terlalu menguras anggaran. Misalnya pulpen lucu yang baru, stoking baru, atau gelas baru untuk meja kerja.

Memilih melakukan suatu hal baru pada hari Senin juga bisa menambah semangat. Antara lain, mencoba rute baru ke kantor, gaya rambut baru, atau mencoba olahraga pagi yang berbeda di hari Senin. Menambah variasi baru untuk keluar dari rutinitas bisa membuat seseorang lebih bersemangat.

Jika memungkinkan, coba ajak kekasih atau teman dekat untuk berangkat bersama. Keberadaan orang terdekat bisa membuat hari lebih semangat dan menyenangkan. Jika hal tersebut tidak memungkinkan, isi perjalanan Anda untuk berbincang dengan sahabat atau kekasih lewat pesan singkat atau telepon. Perbincangan ringan yang menyenangkan seputar kabar orang terdekat Anda juga bisa meningkatkan mood yang baik.

Membersihkan Rambut Dengan Air Hujan, Apakah Mungkin?

Waktu Anda masih kecil, saat hujan datang, Anda malah keluar rumah untuk bermain di bawah air hujan. Pulang kembali ke rumah dengan basah kuyup, orangtua Anda marah karena mereka menganggap itu salah satu hiburan yang kotor dan tidak menguntungkan.

Sebenarnya orangtua Anda tidak sepenuhnya benar, juga tidak sepenuhnya salah. Dalam hal hubungannya dengan kebersihan rambut, air hujan ternyata bisa saja memiliki keuntungan untuk rambut Anda. Singkatnya, Anda bisa membersihkan rambut dengan air hujan.

Dilansir dari Water Rhapsody, konon orang-orang Barat zaman dahulu percaya bahwa mencuci rambut dengan air hujan dapat membuat rambut jauh lebih sehat dan bersinar karena datang langsung dari langit. Mitos tersebut berlangsung lama di luar sana, tetapi untungnya sains mampu menjelaskan ini.

Air hujan tergolong sebagai air yang “ringan”. Dikutip dari Rainwater Connection, air yang turun dari langit ini memiliki kadar kenetralan pH yang hampir sempurna, bebas garam, dan mineral yang buruk bagi rambut. Kalau difilter dengan rapi, air hujan menjadi materi paling netral yang dapat Anda gunakan untuk mencuci rambut.

Kenetralan yang dimiliki air hujan pada praktisnya tidak akan membuat rambut menyimpan sisa busa dari shampo yang Anda gunakan, sehingga proses pencucian akan menjadikan hasil maksimal untuk mahkota Anda. Bahan-bahan yang terkandung di dalam shampo dapat bekerja baik tanpa kontaminasi buruk dari air yang Anda gunakan.

Namun, teori ini tidak sepenuhnya berlaku bagi daerah-daerah yang berpolusi. Air yang diangkat ke langit saat proses pembuatan hujan dari daerah kotor mengandung banyak zat buruk bagi rambut Anda. Kadar kenetralannya pun berkurang secara signifikan, bahkan bisa lebih buruk dari air olahan publik seperti yang biasa Anda gunakan di rumah.

Karena itu sebelum menggunakan air hujan untuk membersihkan rambut, pastikan bahwa Anda berada di daerah yang bebas polusi dan pastikan air tersebut tersimpan pada suhu yang dingin, karena suhu tersebut dapat menambah efek berkilau pada rambut Anda.

Kapan terakhir kali Anda mencuci rambut dengan air hujan?

Seperti Alkohol dan Rokok, Gula Juga Berbahaya

Gula dianggap 'racun' dan bersifat adiktif layaknya alkohol dan rokok, sehingga perlu ada peraturan khusus yang mengaturnya, demikian yang dilansir melalui Dailymail, Kamis (2/2).
Menurut peneliti dari University of California, kebijakan baru terhadap penjualan gula seperti penetapan pajak dan perundang-undangan perlu diambil guna mengontrol pengonsumsiannya.
Peneliti menganggap kebijakan ini penting, karena seseorang yang kecanduan gula dapat memicu masalah kesehatan, seperti obesitas, penyakit jantung dan liver. Tak hanya itu, peneliti juga mengklaim sekitar 35 juta orang meninggal dunia setiap tahun di seluruh dunia akibat tak terkendalinya pengonsumsian gula.
Peneliti juga mengingatkan bahwa kini masalah obesitas merupakan masalah yang lebih besar dibandingkan malnutrisi di seluruh dunia. Terbukti, konsumsi gula di seluruh dunia meningkat tiga kali lipat selama 50 tahun terakhir dan dianggap sebagai penyebab cikal bakal obesitas.
Gula tidak hanya membuat orang menjadi gemuk, tetapi juga mengubah metabolisme tubuh, menaikkan tekanan darah, membuat hormon tidak seimbang dan membahayakan liver.
Pimpinan peneliti Robert Lusting mengungkapkan menyuruh anak-anak untuk menjaga pola makan dan melakukan olahraga rutin serta membatasi distribusi produk makanan minuman manis bukanlah cara yang efektif.
Penelitian ini menyarankan agar pemerintah mengenakan pajak dua kali lipat untuk penjualan produk dengan gula tinggi, menetapkan usia pembeli (di atas 17 tahun) dan memperketat pengawasan penjualan otomatis dan snack bar yang mengandung gula tinggi di sekolah.

Senin, 30 Januari 2012

Deteksi Kelainan Mata Anak Sejak Bayi

Anak yang mengalami gangguan penglihatan tidak merasakan kelainannya. Padahal rata-rata hampir satu dari lima anak mengalami gangguan penglihatan yang tidak terdeteksi pada saat usia empat tahun.
Dua mata yang sehat adalah sangat penting bagi anak anda karena cacat penglihatan mengakibatkan gangguan penglihatan yang menyebabkan prestasi belajar anak menurun, meningkatkan bahaya terjadinya kecelakaan lalu-lintas dan terbatasnya pilihan karir mereka.
"Karena itu, kalau ingin tahu anak kita mempunyai masalah kesehatan, satu-satunya hanya dengan screening," kata Dokter Spesialis Mata  Asri Medical Center (AMC), dr Nurfifi Arliani, SpM.
Namun, untuk pemerikaan mata pada anak lebih sulit daripada dewasa, apalagi pada anak yang masih berusia di bawah satu tahun. Karena sulit untuk memeriksa mata anak, kemudian orang menciptakan suatu alat screening mata yang nyaman bagi yang memeriksa mata maupun pasien yang disebut plusoptix A09. Alat ini di Indonesia baru ada di empat tempat, yakni satu di Jakarta, dua di Surabaya dan satu di Yogyakarta yakni di AMC.
Di AMC sendiri alat ini masih tergolong baru, masuk pada akhir Desember 2011. Alat ini memang didesain khusus untuk bayi dan anak-anak. Bila masih bayi, pada saat pemeriksaan bisa dipangku oleh orang tuanya. Jarak antara pemeriksa dan pasien yang diperiksa satu meter; pemeriksaannya dengan infra merah. Alat ini cukup unik, ada suara untuk menarik pasien dan ada dokumentasinya. 
Kegunaan dari alat ini adalah  untuk mendeteksi kelainan-kelainan penglihatan sedini mungkin. Bila kelainan-kelainan penglihatan tidak dideteksi dan diterapi pada tahun-tahun pertama kehidupan, maka dapat menyebabkan anak tidak akan pernah memperoleh penglihatan penuh. Hal ini yang disebut dengan mata malas (lazy eyes) atau amblyopia.
"Bahkan kalau ketidakseimbangan mata kanan dan kiri makin tinggi akan terjadi straasbismus (mata julimg)," jelas  Nurfifi. Namun, kata Nurfifi, kalau mata malas sudah diketahui sejak dini, maka bisa dilakukan terapi, baik dengan alat bantu maupun tetes mata, tergantung hasil assesment. 
Karena itu pemeriksaan mata sebaiknya dilakukan sedini mungkin, yakni sebelum ulang tahun pertamanya (sejak usia enam bulan). Setelah itu, harus diulang secara berkala, karena mata berubah sesuai dengan perkembangan. Dan gangguan penglihatan dapat timbul kapan saja pada masa pertumbuhan tersebut. "Makin dini kelainan penglihatan terdeteksi dan diterapi, makin baik dan tepat terapi yang bisa diberikan," tutur dia.

Anak Usia 5-8 Tahun Cenderung Punya Emosi Negatif

Anda mempunyai anak berusia antara 5 sampai 8 tahun? Jika iya, kenalilah tahapan perkembangannya.
Hanny Muchtar Darta dari EI Parenting Consultant mengungkapkan, setidaknya ada empat tahapan perkembangan anak usia ini.
- Emosi negatif cenderung timbul. Muncul rasa emosi moody, tertekan, malu dan ada perasaan nobody likes me
- Cenderung mengerjakan sesuatu sempurna tidak mau mengambil resiko
- Membutuhkan dorongan yang positif yang dilakukan secara konsisten
- Mampu memberikan pendapat suka atau tidak suka
- Anak sudah mampu untuk memilih sebagai wujud perilaku yang bertanggungjawab
- Keinginan untuk berkompetisi tumbuh.

Ingin Punya Anak Pintar? Simak Rahasianya (1)

Cikal bakal otak anak mulai terbentuk pada usia kehamilan dini. Anak sehat dan pintar di sana bermula. Dari situ pulalah, masalah dan gangguan perkembangan bisa muncul. Kalau mau memiliki anak yang pintar dimulai dari sini (masa awal kehamilan) karena lempengan otak sudah terbentuk saat usia kehamilan 18 hari. Maka itu, kehamilan tersebut benar-benar harus dipersiapkan, ujar dokter spesialis tumbuh kembang anak, dr Ahmad Suryawan SpA(K).
Dari bentuk lempengan, pertumbuhan otak dalam janin akan terus tumbuh. Puncaknya saat kehamilan antara empat bulan hingga enam bulan. Nutrisi yang baik dan didukung psikis ibu yang stabil akan membentuk sel-sel otak bayi. Semakin banyak sel otak yang tumbuh, semakin tercipta anak yang cerdas. Untuk itu, pada masa kehamilan, ibu dilarang stres karena akan memengaruhi perkembangan sel-sel pembentukan otak.

Setelah bayi lahir, sel-sel otak harus distimulasi agar semakin banyak pembentuk jaringan penghubung sel-sel otak. Masa stimulasi ini, lanjut dokter yang akrab disapa Wawan itu, sangat penting dilakukan sejak dini. Otak anak yang kurang stimulasi tak memiliki jaringan penghubung.
Wawan menitikberatkan masalah stimulasi dini agar para orang tua mengetahui perkembangan anaknya. Sebab, ada masa periode kritis. Saat itu, pertumbuhan otak anak tidak tumbuh dan tidak berkembang. Periode kritis ini adalah sebuah kurun waktu dalam pertumbuhan otak anak. Bila didapatkan gangguan, akan berakibat anak mengalami kelainan perkembangan yang permanen dan sulit disembuhkan, paparnya di Karawaci, Tangerang, Banten, beberapa waktu lalu.

Jika gangguan tersebut diketahui sejak dini, masih bisa dilakukan langkah-langkah perbaikan. Namun, jika deteksi terlambat, dikhawatirkan menjadi cacat seterusnya. Karena, pertumbuhan otak itu hanya sampai usia anak enam tahun.

Anak Anda Beranjak Remaja? Ini Cara Berkomunikasi yang Pas

Punya anak yang beranjak remaja ternyata butuh strategi sendiri. Maklum, mereka sedang dalam masa transisi pencarian jati diri. Jika orang tua terlalu keras, anak bisa-bisa mencari oase di luar rumah. Namun, bila terbilang longgar, dampaknya pun tidak lebih baik. Si remaja ini amat mungkin juga terjerumus dalam pergaulan bebas.
Bagaimana menghadapi ini? Psikolog anak, Elly Risman Musa, menyarankan, untuk gaul dengan anak-anak remaja yang orang tua butuhkan bukan hanya pengetahuan tentang apa-apa yang sedang in pada kehidupan anak remaja. Yang paling penting adalah sikap kita sebagai orang tua. Sebagai orang tua remaja, kita harus mengontrol emosi dan menempatkan diri sebagai sahabat untuk mereka.
Dengan sikap menerima, remaja merasa dipahami dan secara otomatis mereka akan terbuka pada orang tua. Hindari kata-kata menduga terlalu jauh seperti ''Kamu pasti sudah menonton VCD porno. Teman-temanmu kelihatannya anak-anak nakal!!''
''Bangunlah kepercayaan remaja pada orang tua sehingga mereka aman dan nyaman berbicara pada kita,'' ujar Elly. Sesungguhnya, lanjutnya, mereka memiliki banyak masalah dan membutuhkan teman bicara yang dapat menjadi pendengar yang baik. Jika orang tua menjadi teman curhat remaja berarti Anda menjadi orang tua yang gaul.
Anak akan berbicara dengan bahasa atau kata-kata yang biasa mereka gunakan dengan teman. Jika orang tua kurang paham, orang tua dapat bertanya tentang makna bahasa mereka. Secara langsung Anda mengetahui istilah-istilah mereka.
Makin banyak Anda kenal dan sesekali menggunakan kata-kata itu, anak makin merasa dekat dengan orang tua. Selanjutnya kita benar-benar menjadi sahabat remaja.

Orangtua yang Beri Contoh Bukan Anak

"Kamu anak besar dan harus memberi contoh adikmu" atau kamu sudah besar, kamu harus mengalah". Sering kali kita mengungkapkan kalimat itu disebabkan budaya yang telah ada turun temurun. Padahal jika diperhatikan kalimat cenderung akan memberikan dampak buruk bagi perkembangan si anak, baik kakak ataupun sang adik.
Dengan meminta si sulung memberikan contoh bagi sang adiknya, maka si sulung merasa terbebani. Mengapa? "Si sulung kan tengah menjalani proses tumbuh dan berkembang. Jadi aneh jika orangtua meminta sang kakak menjadikan contoh bagi sang adik," ungkap Hanny Muchtar Darta dari EI Parenting Consultant belum lama ini.
Seharusnya, kata Hanny yang menjadi contoh ya orangtua, bukan anak. "Kalau anak diberikan tugas semacam itu akan membuat anak harus berwibawa di depan adiknya. Enggak boleh ini enggak boleh itu," ungkap Hanny.
Kebiasaan orangtua yang mengatakan anak yang besar harus mengalah, juga bukan cara yang tepat untuk membentuk anak hebat. "Jangan selalu anak kecil atau bungsu selalu menang dibandingkan kakaknya. Yang dilakukan orangtua adalah memperhatikan konteks masalahnya," ungkap Hanny.
Kalau masalah itu memang disebabkan sang adik yang salah, mereka diajarkan untuk memperbaiki kesalahannya. Demikian juga sang kakak. Kalau yang besar selalu mengalah, ia tidak mempunyai daya untuk mempertahankan pendapatnya.
"Si kakak selalu bilang udah deh saya yang mengalah, itu bahaya, nanti si kecil ingin selalu menang sendiri. Ini tidak bagus," paparnya.

Mengapa Anak Berperilaku Buruk?

Perilaku agresif terkadang lazim ditemui pada anak-anak usia dibawah lima tahun (balita). Namun jika perilaku tersebut masih bertahan sampai ia bersekolah TK atau SD, hhhm bisa jadi ada yang salah dengan pola asuh ibunya.
Para peneliti dari Universitas of Minnesota, Amerika Serikat, menyebutkan pada umumnya pembawaan bayi adalah tenang. Tetapi pada satu masa di awal usia balita, anak bisa punya kebiasaan suka memukul. Sifat agresif itu mencapai puncaknya saat balita berusia 2,5 tahun, kemudian mereda.
Menurut teori, balita berusia 4 tahun lebih bisa dikendalikan dibanding balita usia 2 tahun, dan anak berusia 6 tahun berperilaku lebih baik dibanding rata-rata anak usia 4 tahun.
Namun pada kenyataannya ada anak-anak yang berperilaku sulit diatur. Menurut Michael Lorber, peneliti yang melakukan riset ini, ada sebagian anak yang tetap berperilaku agresif sampai ia berusia 6 tahun.
"Anak yang masih bersikap agresif di usia TK atau kelas I sekolah dasar berpotensi besar membawa sikap itu sampai besar," kata Lorber.
Padahal, literatur menyatakan anak yang agresif, seperti suka memukul atau melempar benda saat tantrum, cenderung bermasalah di sekolah, beresiko tinggi depresi, bahkan suka melakukan kekerasan pada pasangannya kelak.
Dalam penelitian yang dilakukan Lorber terhadap 267 ibu dan anak, diketahui bayi usia 3 bulan pun sudah bisa meniru. Jika sejak bayi si ibu bersikap kurang sabar atau suka mengomel, besar kemungkinan bayinya akan tumbuh menjadi anak berperilaku buruk.
Sikap agresif anak juga bisa timbul dari pengaruh sekelilingnya, seperti tayangan televisi atau video games. Namun, Lorber menjelaskan bahwa pola asuh bukan faktor tunggal dalam pembentukan perilaku anak karena ada juga pengaruh faktor genetik.
Walau begitu, ia menyarankan agar orangtua memberi contoh perilaku yang baik pada anaknya. "Mulailah sedini mungkin. Menjadi orangtua yang sensitif dan merespon kebutuhan sosial dan emosional anak sangatlah penting," katanya.

Berikan Banyak Pujian dan Anak Akan Jadi Hebat

Perilaku orangtua dalam mendidik sejak dini ternyata berkorelasi langsung dengan sikap, pribadi buah hati di masa mendatang. Jika salah melakukan pengasuhan, yang terjadi justru anak mempunyai sifat atau sikap negatif. Lalu bagaimana mendidik anak yang tepat sehingga menjadi anak hebat (incredible).
Tak ada sekolah khusus untuk menjadi orangtua. Tetapi, orangtua tetap perlu belajar menerapkan pola pengasuhan yang positif pada anak agar dapat membentuk karakter positif anak di masa depan.
Hanny Muchtar Darta dari EI Parenting Consultant saat talkshow "Pentingnya Kecukupan Asupan Vitamin & Mineral Agar Anak Incredible" yang digelar oleh Scott's Multivitamin di Cilandak Town Square, Jakarta Selatan, mengungkap beberapa tips ataupun trik yang bisa menjadi rujukan:
1. Berkomunikasilah secara positif
Orangtua harus mempunyai persepsi bahwa anak itu unik dan mempunyai perbedaan dibandingkan anak yang lainnya. Jadi orangtua harus mempunyai kemampuan untuk membangun bakat yang dimiliki dengan cara yang positif. Kalau ibu ingin anaknya belajar bukan bilangnya "Jangan malas-malas". Tapi akan lebih baik jika mengatakan "Ayo dong semangat belajar".
2. Hindari membandingkan dengan adik, kakaknya atau dengan anak lain.
Jangan membandingkan dengan yang lain, tapi bandingkan dengan kemajuan yang diperoleh buah hati. Jangan mengatakan "Kakak kamu lebih hebat atau kakak kamu lebih rajin belajarnya, jadi kamu harus seperti dia dong. Harusnya "Loh kamu kemarin nilai Matematika dan Bahasa Inggris nilai kurang, seharusnya nanti harus lebih baik".
3. Dorong anak untuk ikut kompetisi.
Anak yang berusia 5-8 tahun lagi senang-senangnya berkompetisi karena dari segi kognotifnya lagi senang-senangnya untuk menunjukkan kebisaannya dan kemampuan yang dimilikinya. Tapi kalau sudah 12 tahun keinginan untuk berkompetisi turun. Jadi kalau ingin membentuk anak yang hebat, ajaklah berkompetisi sejak kecil.
4. Hindari memotong pembicaraan.
Seringkali dilakukan orangtua yang tidak sabar mendengarkan dan selalalu menyalahkan. Yang harus dilakukan adalah mendengarkan terlebih dahulu dengan penuh perhatian. Anak juga ingin dihargai pendapatnya. Jika ini dilakukan bisa melatih anak berani mengemukakan pendapat, atau gagasan yang dimilikinya.
5. Fokus pada tujuan
Terkadang orangtua asal memerintahkan. Misalnya, mengatakan jangan lupa baju olahragamu dibawa pulang atau mengatakan jangan malu bertanya nanti sesat di jalan. Lebih baik mengatakan, "Kalau berani bertanya, itu tanda anak cerdas,". Jadi bicaranya lebih positif sehingga membuat anak menjadi terinspirasi.
6. Memberikan banyak pujian, tentunya di tempat dan waktu yang tepat
Terlalu banyak waktu Anda yang terbuang jika hanya mengkritik sikap buruk buah hati. Sebaliknya, Anda jadi kekurangan waktu untuk memberinya pujian atas sikap positifnya. Ada kalanya, sesekali Anda perlu mengucapkan, "Mama senang, lho, lihat kamu membereskan mainan dan menyimpannya di tempat semula."
7. Berikan pelukan, belaian, dan ciuman
Biasakan memeluk buah hati hingga 12 kali sehari. Tujuannya supaya ia merasakan adanya kedekatan, kehangatan sehingga mampu membangun ikatan emosional yang baik disamping anak akan merasa diterima dan didukung oleh orangtuanya.
8. Membangun aturan sederhana.
Melatih kedisiplinan bisa dilakukan dengan membangun rutinitas misalnya: jam makan, jam tidur, makan pada tempat yang benar, dan lain sebagainya. Ini akan melatih anak hidup secara disiplin. Meski demikian, sebagai orangtua harus memberikan contoh melakukan kedisiplinan. Jangan terus dilanggar.
9. Hindari untuk bicara dengan anak ketika sedang mengalami emosi negatif
Belajarlah untuk memaklumi hal-hal yang bisa memicu anak kesal dan jengkel. Umumnya, perasaan tidak nyaman ini dialami anak-anak saat dia sedang kelelahan, saat Anda terlalu menuntutnya berbuat lebih, saat dia lapar, dan saat dia sakit. Minimalisasi kondisi-kondisi yang membuatnya tidak nyaman ini untuk mengurangi kejengkelan pada anak.

Sarapan Memacu Anak Berprestasi

Sarapan yang tepat nutrisi sangat penting bagi anak-anak dalam masa pertumbuhan karena mampu memberikan kontribusi energi awal 20-25 persen  kalori per hari, membantu meningkatkan konsentrasi dan performa anak di sekolah.
Sarapan juga dapat membantu mengatur berat badan anak terutama untuk mereka yang memiliki nafsu makan tinggi serta memberikan kesempatan bagi tubuh untuk menambah tingkat glukosa darah setelah 8-10 jam tubuh tanpa makanan (sehabis tidur).
"Kebiasaan melewatkan sarapan juga dapat mempengaruhi sistem metabolisme tubuh yang dapat memberikan efek pusing, mengantuk, tidak dapat berkonsentrasi dan kurang waspada," ungkap Prof. Dr. Ir. Ali Khomsan, Guru Besar Departement Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor dalam  Sarapan Doube Power School Roadshow di  SD Islam Dian Didaktika bekerjasama dengan Klub Bobo di  Jakarta, Selasa (1/11/2011).
Ia  mengatakan, pemahaman akan pentingnya sarapan berikut bagaimana nutrisi sarapan yang tepat sebaiknya ditanamkan sejak dini, tidak hanya kepada para orang tua saja namun juga kepada anak, karena sarapan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap prestasi anak di sekolah.
"Membiasakan anak sarapan sebelum memulai hari menjadi sebuah langkah awal untuk meningkatkan prestasi mereka di sekolah," ungkapnya.
Atiek Fatimah, Brand Manager Blue Band mengungkapkan,  pemilihan menu sarapan yang tidak terlalu berat atau berlebihan kalorinya, namun cukup memenuhi kebutuhan asupan zat gizi sehari-hari seperti mengandung karbohidrat, lemak, protein, vitamin dan mineral diajarkan kepada anak-anak dengan bahasa yang ringan dan disesuaikan dengan tingkat pemahaman mereka.
"Pengenalan serta melibatkan anak-anak secara langsung mengenai pembuatan menu sarapan yang praktis serta lezat dari dua kekuatan, Blue Band dan Sari Roti juga dapat membantu mengembangkan kreatifitas serta kemandirian anak. Dengan adanya pilihan menu sarapan tersebut anak dapat membuat sarapan sendiri, berkreasi sesuai dengan selera dan keinginan mereka," ucapnya.

Pak, Bu, Tolong Jangan Katakan Hal Ini pada Anak Anda (1)

Memiliki dan membesarkan sang buah hati punya seni tersendiri. Apalagi, kata para pemerhati anak, tidak ada sekolah khusus untuk menjadi orang tua. Tak jarang, kita terlalu yakin mampu membesarkan buah hati dengan cara sendiri. Ternyata, tidak semudah itu. Berawal dari komunikasi sehari-hari, perkembangan anak pun bisa saja terganggu. Nah, bapak dan ibu, ada kata-kata yang sebaiknya tidak Anda lontarkan untuk buah hati tercinta.
Apa itu?
''Pergi sana! Bapak Mau Sendiri!''
Ketika Anda kerap melontarkan kata-kata ini pada anak, Suzette Haden Elgin, pendiri Ozark Center, mengatakan anak-anak akan berpikir tidak ada gunanya berbicara dengan orang tuanya karena mereka selalu diusir. ''Jika Anda terbiasa mengatakan hal-hal itu pada anak-anak sejak mereka kecil, biasanya mereka akan mengatakan hal serupa ketika dewasa.''
''Kamu Itu...''
Pelabelan pada anak adalah cara pintas untuk mengubah anak-anak. Jika seorang ibu mengatakan, ''Anak saya memang pemalu'', maka anak akan menelan begitu saja label itu tanpa bertanya apa pun. Apalagi, bila kita memberikan label buruk pada anak-anak, itulah yang akan melekat dalam benak mereka. Seumur hidup.

Tips Memulai Usaha Kuliner

Kemampuan untuk membuat makanan yang lezat tidak menjamin sebuah keberhasilan dalam membuat usaha. Mengetahui cara membuat makanan dan dapat mengelola bisnis adalah dua hal yang berbeda.
Jika anda sudah menguasai trik memproduksi masakan ataupun makanan ringan, maka kini saatnya anda harus mengetahui bagaimana caranya untuk memulai bisnis anda. Berikut tips sederhana:
Modal
Buat daftar dari yang termahal sampai dengan yang termurah, coret yang tidak bisa dijangkau, sisakan 3 daftar modal terendah dan jadikan itu sebagai target jangka pendek anda.
Jenis Makanan
Tidak perlu muluk-muluk, mulai saja dari jenis makanan yang anda kuasai, misalnya anda piawai membuat kue lumpur berbagai rasa seperti lumpur telor, lumpur daging, lumpur kelapa, lumpur kentang, atau lumpur pandan. Dalami kemampuan anda tersebut.
Manajemen Waktu
Pengaturan waktu harus diperhitungkan sejak awal, seperti kapan saat belanja bahan baku, menimbang dan meracik bahan baku, menyimpannya sebelum diolah bahkan sampai pada saat mengolahnya dan mengantarnya tepat waktu sesuai dengan yang sudah dijanjikan. Ingat kepuasan hati pelanggan adalah nomor satu.
Sample Makanan
Menyertakan sample makanan diluar menu yang telah dipesan merupakan promosi terselubung yang sangat bagus, beritahu pelanggan bahwa itu merupakan bonus pesanan, sehingga di kemudian hari pelanggan dengan mudah memesan karena sudah tahu rasanya.
Tingkatkan terus kualitas
Perbaharui dan perbaiki kualitas dari masakan buatan anda. Untuk mengetahui kualitas rasa dari masakan, anda dapat membagi sampel kepada teman atau saudara tedekat untuk memperoleh reaksi mereka terhadap produk anda. Setelah itu anda perbaiki agar sesuai dengan keinginan mereka.
Jalin kerjasama
Strategi penjualan lainnya adalah anda bisa juga melakukan kerjasama dengan beberapa usaha kantin. Anda dapat mensuplai masakan setiap harinya untuk dijualkan di kantin tersebut.
Semoga bermanfaat!