Kamis, 19 Januari 2012

Ubah Pasangan Tanpa Pertengkaran!

Kasus 1
1: Pertama kali bertemu dia di sebuah restoran, kamu sedang stres banyak pekerjaan. Dengan tugas kantor yang berjibun, kamu nggak sempat untuk berolahraga seperti biasa. Jadi beratmu bertambah dua kilo. Tugas kantor beres, kamu tambah sering nge-date dengan dia. Enam bulan kemudian, kalian menghabiskan waktu dengan makan di luar, barbeque di hari Minggu, makan bareng di rumah, delivery sambil nonton DVD, and so on. Pendeknya, beratmu nambah lagi lima kilo. Waktu pertama mulai dekat, dia sempat bilang suka perempuan yang berisi dan bisa menikmati makanan. Tapi, beberapa minggu terakhir banyak yang berubah. Enam bulan dan tujuh hari setelah pertama kali bertemu, dia memberikan hadiah berupa member setahun di sebuah pusat kebugaran lengkap dengan personal trainer. Ouch!


Kasus 2
2: Kalian sudah pacaran selama enam bulan. Pertama kali bertemu di saat happy hour di sebuah klub terkenal. Dia nggak membuatmu tertarik dengan wajah atau penampilannya. Tapi, kalian nyambung dan pengetahuannya luas walaupun gaya berpakaiannya seperti om-om. Pendeknya, dia lebih suka pakai celana baggy hitam (jaman dulu), kaos polo biru bermotif (no Ralph Lauren here), pantofel cokelat dan sabuk cokelat setiap hari. Variasinya cuma kemeja lengan panjang, jeans baggy, dan kaos yang kebesaran. Saat pertama bertemu kamu berpikir dia baru pulang kerja (lampu di klub memang nggak bisa diandalkan). Tapi, gayanya mulai mengganggu mata dan pikiranmu beberapa minggu terakhir. Saat ketemu semalam, kamu memberikan dia hadiah kejutan. Dia membuka kantung dengan semangat dan keningnya berkerut. Isinya skinny jeans, celana khaki masa kini dan kaus serta kemeja yang pas tapi nggak ketat. Dia berkata, “Maksud kamu apa?”


Bagaimana Menjadi Positif
Awal hubungan memang membutakan kita pada beberapa hal tertentu. Padahal hal-hal yang kita nggak lihat (atau tanpa sadar berusaha kita tolerir) tersebut sebenarnya berlawanan dengan selera atau pemikiran kita. Keinginan untuk mengubah seseorang untuk lebih sehat atau berpakaian dengan lebih pantas memang nggak salah. Tapi, sayangnya, we can only change ourselves. Walaupun niat kita baik, perubahan nggak akan mulai dan berlanjut tanpa kita pun ikut berubah. Lebih baik mengajak pasangan melakukan perubahan bersama. Sehingga terasa adil dan menguntungkan untuk kedua belah pihak.
Misalnya, usulan jadi member pusat kebugaran akan lebih efektif dan menyenangkan kalau berlaku untuk berdua. Idealnya, usulan ini juga termasuk dialog yang berlaku untuk kesenanganmu dan dia: olahraga bersama; melakukan aktifitas bareng yang menyehatkan; hidup sehat; dan memperbaiki gaya hidup berdua.
Walaupun kejujuran dan komunikasi penting di setiap hubungan, akan susah untuk meminta perubahan dari pasangan kalau permintaan terlihat untuk satu pihak saja, apalagi ada unsur kepentingan pribadi. Dengan mengubah cara penyampaian dengan kata-kata yang menunjukkan niat demi kehidupan yang lebih baik dan tulus demi kesehatan atau demi kebaikan pasangan, kita menciptakan suasana yang lebih pas untuk perubahan. Dan dia pun nggak merasa terpaksa atau bahkan tersinggung.
Setuju atau tidak? Ditunggu komentarnya!

Jangan Ungkap Gaji Anda kepada Calon Suami

Tidak semua hal perlu dibagi kepada pasangan Anda meski Anda dan si dia sedang memasuki tahap penjajakan menuju ke jenjang pernikahan. Ada hal-hal yang harus Anda tutupi dan tak perlu Anda sampaikan secara detail.
Dalam buku The Hard Questions: 100 Essential Questions to Ask Yourself Before You Say "I Do", Susan Piver menyarankan agar kita mengunci mulut untuk hal-hal tertentu. Kadang, ini merupakan tindakan paling bijak untuk menjaga perasaan masiang-masing. Namun, bukan berarti Anda menyimpan banyak rahasia. Pilihlah apa yang bisa dan tidak bisa dibagi kepada si dia.
Menurut Piver, ada lima hal sebaiknya tak diungkapkan seseorang kepada pasangannya:
1. Nominal gaji
Jika Anda bekerja dan statusnya masih kekasih, sebaiknya tak perlu mengumbar nominal yang tertera di slip gaji. Begitu tahu gaji Anda cukup besar, bisa-bisa dia berharap Anda terus membayari kencan dengan alasan harus berhemat untuk masa depan Anda dan dia. Lain soal jika dia sudah resmi menjadi pasangan hidup di bawah ikatan pernikahan, nominal gaji harus Anda sampaikan. Ini menyangkut perencanaan keuangan keluarga yang perlu dibincangkan antara Anda dan dia.
2. "Password"
Tak nyaman rasanya jika si dia selalu menyelidiki Anda atau serasa dimata-matai. Jadi, hindari kemungkinan ini dengan tidak memberikan password e-mail, Facebook, atau akun pribadi lainnya. Sikap memata-matai memiliki pengaruh tak baik untuk sebuah hubungan. Kecuali Anda berdua berbagi akun e-mail setelah menikah, ini tak jadi masalah.
3. Nama mantan
Hindari menyebutkan nama mantan kekasih, meski Anda menganggap si dia sebagai pria paling baik yang pernah Anda kenal. Hindari pula mengingat momen indah bersama sang mantan, apalagi membandingkan pasangan dengan mantan. Ini akan menyinggung egonya dan bahkan bisa membuatnya tak lagi tertarik dengan Anda.
4. Tak suka kepada ibunya
Sudah bukan rahasia, banyak perempuan yang tidak menyukai sikap calon mertua. Jika kondisi ini juga Anda alami, sebaiknya jangan menunjukkan (apalagi mengatakan) hal ini di depan si dia. Ini mungkin akan membuatnya merasa tertekan untuk memilih Anda atau ibunya. Atau malah bisa merusak hubungan karena si dia merasa terbebani dengan sikap Anda kepada ibunya. Ingin hubungan berlanjut, belajarlah bersabar menghadapi calon mertua.
5. Dipuja pria lain
Dipuja pria lain? Perempuan mana yang tak suka. Meski Anda tak menanggapi pria tersebut, bukan berarti Anda bisa menceritakan atau bahkan memamerkannya di depan si dia soal ini. Percayalah, dia takkan senang mendengarnya. Begitu pun sebaliknya, jika ternyata Anda memuja pria lain, maka sebaiknya diam-diam saja. Si dia tak perlu tahu karena Anda bisa dituduh selingkuh dengan pria itu.

Kenali 5 Fase Pernikahan dan Tantangannya

Ada yang bilang, pernikahan itu manis di awal, kemudian seiring dengan waktu akan menjadi semakin hambar.
Sementara penasihat dan terapis untuk masalah rumah tangga dan keluarga, Rita DeMaria, PhD, penulis buku The 7 Stages of Marriages, mengatakan bahwa sebenarnya perkawinan ini terbagi menjadi beberapa fase penting. Dan, pada setiap fase itu Anda dan pasangan akan menghadapi berbagai tantangan yang akan menentukan masa depan rumah tangga Anda berdua.
"Dengan memahami seperti apa fase-fase itu, Anda akan dapat senantiasa melalui tahun demi tahun dengan ikatan cinta dankomitmen yang semakin kuat," kata DeMaria.
Inilah lima fase penting perkawinan dan apa saja yang perlu Anda ketahui:
Fase 1: Bulan madu
Tahun-tahun pertama hingga sebelum kedatangan anak-anak adalah masa penuh gairah dan cinta. Semua selalu tentang Anda berdua. Berlibur berduaan ke tempat terpencil, bercinta di waktu-waktu tak terduga, semuanya membuat hubungan terasa begitu romantis bak di film-film.
Namun, sebaiknya Anda juga perlu berusaha membangun fondasi rumah tangga dari hal-hal yang berada di luar urusan kamar tidur. Ini saatnya bicara, apa yang akan Anda berdua rencanakan untuk masa depan keluarga. Kapan akan punya anak, lalu bagaimana karier Anda dan suami. Siapa yang akan mengasuh anak nanti, dan apa harapan suami untuk anak-anak dan juga Anda. Bicarakan ini, maka selanjutnya Anda tidak perlu menghabiskan waktu untuk perdebatan yang tidak perlu.
Fase 2: Memantapkan fondasi
Anak-anak mungkin belum lahir, tapi Anda mulai mengetahui kekurangan, kelebihan, serta kebiasaan buruk pasangan--begitu pula dengan dirinya terhadap Anda. Di tahap ini, Anda perlu belajar pentingnya kerjasama tim di dalam keluarga. Samakan kembali visi dan misi ke depan dan jalin kedekatan dengan orang-orang yang berpengaruh terhadap Anda berdua, seperti keluarga besar misalnya.
"Salah satu penyebab pasangan suami-istri mengalami perceraian pada fase ini adalah karena mereka tidak berusaha untuk mempertemukan dua pikiran, dan malah menghindari perbedaan pendapat," kata Beverly Hyman, PhD, salah satu penulis buku How to Know If It's Time to Go: A 10-Step Reality Test for Your Marriage.
Fase 3: Keluarga adalah segalanya
Ini adalah fase terpenting dari kehidupan berkeluarga. Pada saat ini, Anda sudah membangun keluarga utuh dengan beberapa orang anak, membeli mobil dan rumah, dan mulai mencari pekerjaan yang lebih menjanjikan masa depan. Hidup jadi semakin sibuk, dan menurut Dr Hyman, inilah saat yang rawan. Sebab, Anda jadi kurang memiliki waktu untuk berpikir tentang pasangan, bagaimana caranya agar bisa punya banyak waktu berdua, dan bagaimana menikmati keintiman dengan pasangan. Yang lebih banyak Anda pikirkan adalah anak-anak, pekerjaan, dan utang-utang yang harus dibayar.
"Sempatkan untuk berbicara dari hati ke hati dengan pasangan. Atur rencana untuk bisa berduaan saja. Tidak perlu sampai meninggalkan anak, tapi mungkin dengan menunggu mereka tidur di malam hari, lalu Anda bisa nonton berduaan dengan pasangan dan bercakap-cakap. Lebih baik lagi, bila setelahnya 'percakapan' ini berlanjut di atas ranjang," saran Dr Hyman.
Fase 4: Kembali berdua
Ketika anak-anak sudah besar, menuntut ilmu atau bekerja di kota lain dan lebih sibuk dengan urusan pribadinya, Anda akan mendapati bahwa inilah saat ketika Anda kembali berduaan dengan pasangan. Berbeda dengan dulu pada waktu baru menikah, Anda mungkin bisa dibilang tidak punya banyak beban. Segala yang bersifat material sudah tercapai dan secara emosional Anda dan pasangan juga sudah jauh lebih matang.
Dr Hyman menyarankan Anda berdua untuk memanfaatkan fase ini dengan mencoba berbagai pengalaman baru. Seperti menekuni olahraga, berkebun, atau memelihara binatang. Anda bisa melakukannya bersama pasangan atau sendiri-sendiri.
Fase 5: Lengkaplah sudah!
Anak-anak sudah menikah dan membina rumah tangganya sendiri. Anda juga sudah pensiun dari pekerjaan dan punya banyak waktu bersama pasangan. Pada fase ini, Anda perlu menikmati segala yang telah Anda dapat selama perjalanan waktu. Tidak banyak yang perlu Anda hadapi lagi di fase ini, selain menyongsong hari tua bersama pasangan, sambil selalu menjalin kedekatan dengan anak dan cucu.

Yuk Kenali Gaya Baru Pria Berselingkuh

Pria ibarat teknologi, semakin berkembang zaman, kian canggih pula cara yang digunakan agar perselingkuhannya tak ketahuan.
Berikut beberapa gaya pria berselingkuh yang perlu Anda ketahui:
Kencan di jam kerja
Dikit-dikit meeting, akhir pekan pun dia gunakan untuk bertemu klien. Bila ditanya mengapa ia sibuk, ia akan memasang wajah penuh cinta sambil menjawab, "Ini kan demi masa depan kita, sayang."
Duh, mendengar jawaban seperti ini, hati perempuan mana yang tidak akan berbunga-bunga? Mau marah jadi enggak enak hati. Padahal, bisa jadi jawaban yang dia kemukakan bagian dari strategi dia untuk menutupi kenakalannya di belakang Anda. Pria zaman sekarang tahu benar kelemahan perempuan yang mudah luluh oleh pembicaraan-pembicaraan yang mengarah pada komitmen.
Bila di akhir pekan tidak bisa berkutik, ia akan berkencan dengan selingkuhannya di jam kantor. Apalagi jika selingkuhannya itu teman sekantor, wah... makin mudah mereka bersama. Selain itu, ia juga rajin memberi kabar bila akan lembur. Dengan tambahan penyedap kalimat-kalimat yang menyiratkan dia tidak suka lembur, dengan harapan Anda merasa kasihan dan tidak bertanya macam-macam.
Jujur pada selingkuhan
Berkembangnya situs jejaring sosial membuat pria sulit untuk menutupi status "in relationship"-nya dan mengaku single. Untuk itu, mereka telah menyiapkan cara jitu agar perselingkuhan tetap aman, yaitu mengaku pada selingkuhannya kalau ia sudah memiliki kekasih atau istri. Sebagian pria akan mengatakan bahwa hubungannya dengan kekasih bermasalah untuk menarik hati calon selingkuhan. Sebaliknya, ada juga yang hanya bilang bahwa ia sudah punya kekasih atau istri, tapi ia juga mencintai si selingkuhan.
Bagi pria, jujur di awal membuat perselingkuhan yang dijalani lebih mudah. Karena dengan begitu, selingkuhannya ini tahu risiko dan konsekuensi sehingga dia tidak akan berani menuntut macam-macam, seperti meminta kencan di hari libur, yang menjadi hak pasangan resminya.
Mengganti nama di ponsel
Memiliki dua ponsel atau SIM card, menerima telepon diam-diam di tengah malam, di tempat yang tidak biasa, seperti di toilet, sudah termasuk cara lama yang tak efektif. Dengan cara ini, sudah banyak pria yang ke-gap pasangan resminya. Makanya, mereka pun putar otak bagaimana agar pasangannya tidak curiga.
Cara yang dianggap mumpuni adalah tetap menggunakan satu ponsel. Nah, agar Anda tidak curiga, ia mengganti nama selingkuhan dengan nama pria, atau jabatan sang selingkuhan menjadi atasan atau kliennya. Dengan begitu, ia akan leluasa saat harus menerima telepon dan Anda pun tak akan berani mengangkat telepon itu.
Cara lain, mereka memilih silent mode bila ada pesan singkat yang masuk dari selingkuhan. Biasanya, pria yang berselingkuh akan lebih memilih untuk menelepon dibanding mengirim pesan singkat. Karena berkirim pesan singkat, rawan ketahuan.
Dibayar tunai
Jejak kartu kredit mudah sekali dilacak, karena di lembar tagihan yang datang tiap bulan selalu tercantum setiap transaksi yang dilakukan. Dari sini, Anda bisa tahu kemana saja ia bersenang-senang dengan selingkuhannya. Sekarang, pria yang berselingkuh tidak lagi mengandalkan kartu kredit. Mereka merasa lebih aman bila biaya-biaya kencan dibayar dengan uang tunai. Yup, termasuk tiket pesawat bila mereka pergi berlibur. Jadi Anda perlu curiga bila dompetnya belakangan ini semakin tebal, tapi transaksi kartu kreditnya berkurang.
"Boys day out"
Betul, jika ada yang bilang persahabatan antarpria memang tak ada matinya. Termasuk bersekongkol dengan teman-temannya kala ia sedang selingkuh. Tak heran jika mereka sering menggunakan alasan pergi dengan teman-teman atau melakukan hobi demi memuluskan rencana. Ia juga sesekali akan mengajak Anda main atau berlibur bersama teman-temannya, beserta pasangannya masing-masing. Dengan begitu, Anda tidak akan curiga ketika ia mengatakan pergi bersama salah satu temannya.
Lokasi kencan di luar negeri
Agar tidak mudah Anda deteksi, ia juga akan memilih tempat kencan yang jauh dari jangkauan, seperti di luar kota atau luar negeri sekalian. Karena risiko bertemu Anda atau teman-teman Anda jauh lebih kecil ketimbang mereka nongkrong di kafe-kafe di dalam kota. Bagi sebagian pria yang berselingkuh, kuantitas pertemuan tidak lagi penting, tapi kualitas yang diutamakan. Ia mungkin tidak bisa bertemu dengan selingkuhannya setiap hari, tapi ia bisa beralasan tugas keluar kota atau luar negeri untuk bersama selingkuhannya selama seminggu tanpa terganggu.

10 Ciri Si Dia Memang Pria yang Tepat Buat Anda

Pacaran bertahun-tahun tidak akan menjamin bahwa dia adalah pria yang tepat untuk Anda. Ada pasangan yang hanya butuh waktu 6 bulan untuk melanjutkan ke jenjang pernikahan, tetapi ada juga yang perlu waktu bertahun-tahun sampai ke pernikahan. Itu pun ada juga yang akhirnya bubaran. Lalu, bagaimana cara mengetahui bahwa ia memang pria yang tepat? Berikut pedoman yang bisa Anda jadikan tolak ukur apakah dia memang Mr Right. (*/sripo/StyleCaster )
1. Teman-teman setuju
Bukan hanya Anda yang yakin bahwa dia orang yang tepat, tetapi juga teman-teman Anda. Namun, kalau hanya Anda yang merasakan hal itu, dan teman-teman Anda tidak setuju, berarti ada yang salah. Terkadang cinta bisa membutakan logika dan perasaan Anda; orang-orang di sekitar Andalah yang bisa berpikiran normal.
2. Kumpul dengan keluarga
Perkenalkan pasangan dengan keluarga Anda dan lihat apakah ia bisa dengan mudah bergabung dengan orangtua dan saudara-saudara Anda. Memang tak semua orang bisa langsung akrab dengan orang yang baru dikenal. Namun, amati juga apakah ia cenderung menghindar.
3. Ia mendengarkan
Hidup adalah dua kesatuan yang harmonis. Ada kalanya Anda mendengarkan atau dia yang mendengarkan. Namun jika Anda hanya berfungsi sebagai pendengar, maka komunikasi tidak akan berlangsung dua arah. Ingatlah bahwa komunikasi adalah fondasi dari hubungan Anda.
4. Punya tujuan yang sama
Anda ingin menikah dan ia ingin bersenang-senang? Sampai kapan pun Anda berdua tidak akan seiring sejalan. Satukan tujuan ke depan, akan dibawa ke mana hubungan itu? Apakah hanya sebatas bersenang-senang atau berlanjut ke arah yang lebih serius?
5. Ia bisa jadi teman dan sahabat
Ini keuntungan lain saat Anda punya pasangan yang bisa diandalkan sebagai teman dan sahabat. Fondasi ini lebih kokoh ketimbang hanya menjadikan ia sebagai pecinta.
6. Percaya
Anda percaya kepadanya. Tanpa kepercayaan, suatu hubungan tidak akan pernah langgeng sebab Anda akan saling curiga dan mengekang satu sama lain.
7. Merasa spesial
Anda masih merasakan hal yang sama seperti saat pertama berjumpa dengannya, seperti perhatiannya yang tak berkurang atau kesetiaannya yang tetap teruji. Hal ini merupakan pertanda kalau Anda adalah orang yang spesial baginya.
8. Membicarakan masa depan
Saat Anda mencari Mr Right, maka Anda juga harus memosisikan hal yang sama bahwa ia mencari Mrs Right. Artinya, ia juga memiliki sejumlah komitmen untuk menjalani kehidupan yang saling mendukung bersama Anda, pasangannya.
9. Merasa terlindungi
Melindungi bukan hanya secara fisik, melainkan juga secara finansial. Jika ia tidak bisa menghidupi dirinya sendiri bagaimana nanti ia bisa menghidupi Anda dan anak-anak? Cinta saja tidak cukup. Anda harus mampu bersikap realistis!
10. Jadilah apa adanya
Jadilah diri Anda apa adanya agar ia juga mencintai diri Anda seutuhnya, lengkap dengan segala kekurangan Anda. Jika ia tidak mencintai Anda apa adanya, maka tidak alasan Anda untuk terus bersamanya karena unsur "pada saat susah dan senang" tak Anda miliki.

Ketika Pesan Singkat Jadi Sumber Konflik Cinta

Hampir semua pasangan kini berkomunikasi melalui antara lain berkirim pesan — SMS, BlackBerry Messenger, WhatsApp dan sebagainya. Tetapi di samping membuat hubungan lebih mesra, pesan singkat juga bisa jadi sumber konflik percintaan.

Penggunaan yang salah akan membuat teknologi yang bermanfaat ini malah membawa bencana. Hati-hati!

Detektif dadakan
Ponsel pasangan yang tergeletak sering menggoda untuk diselidiki. Sasarannya, melihat SMS, aktivitas BBM, dan berbagai pesan masuk lainnya. Biasanya ini dilakukan tanpa sepengetahuan pemilik.

Jika menemukan sesuatu yang mencurigakan, konflik pun tak terhindarkan. Anda curiga dengan aktivitas pasangan, sementara pasangan pun tak kalah emosi karena ponselnya diperiksa tanpa izin. Sungguh sangat tidak perlu.

Daripada terus saling curiga, sebaiknya bangun komunikasi yang baik dengan pasangan. Ketika bertemu, tinggalkan ponsel masing-masing dan saling bertukar cerita tentang apa yang dilakukan hari ini. Membangun kepercayaan dengan dasar komunikasi yang sehat lebih baik daripada terus menggerogoti hubungan dengan rasa curiga dan cemburu yang berlebihan.

Emosi dan ekspresi
Salah paham karena hilangnya elemen ekspresi atau emosi sering timbul. Emoticon atau beberapa kata yang menandakan Anda bercanda atau serius bisa membantu mengurangi masalah ini. Tak ada salahnya menambahkan emoticon senyum atau sedih untuk menegaskan maksud dari ucapan Anda agar salah paham bisa terhindarkan.

Begitu juga dengan kata-kata. Usahakan untuk tidak terlalu sering menggunakan singkatan jika tidak perlu. Tidak semua orang mengerti kalau 'X' merupakan pengganti 'nya' atau 'W' merupakan pengganti dari 'gue'. Begitu juga dengan singkatan seperti BRB, LOL, dan lainnya. Kenali siapa lawan bicara Anda sebelum mengirim pesan dengan kata-kata yang tidak umum. Jangan sampai terjadi salah pengertian hanya karena Anda cuek menggunakan bahasa singkat atau lupa menggunakan emoticon untuk menegaskan maksud pesan.

Si penggoda
Ponsel dan Internet memudahkan kita berhubungan dengan banyak orang. Mulai dari teman lama ketika SD sampai teman baru yang dikenal hanya dari jejaring sosial. Terkadang komunikasi yang dilakukan lewat medium digital ini sering dianggap lebih santai. Saling menggoda atau flirting dianggap hal yang sah karena hanya dilakukan di dunia maya saja.

Namun pasangan Anda belum tentu sependapat. Perilaku Anda yang mudah menggoda teman di BBM atau jejaring sosial bisa jadi menimbulkan konflik baru. Tak ada salahnya membicarakan masalah ini dengan pasangan. Ketahui perasaannya dan usahakan untuk tidak menyakiti hatinya. Jangan hanya karena godaan sesaat Anda berisiko kehilangan hubungan yang telah dibangun dengan baik selama ini. Pilih baik-baik prioritas Anda.

Pemeran pengganti

Ponsel merupakan alat komunikasi, bukan pengganti Anda dalam komunikasi yang seharusnya dilakukan secara langsung. Pembicaraan untuk memutuskan hubungan cinta atau bahkan bercerai sebaiknya tidak dilakukan melalui pesan singkat. Label pengecut dan negatif sudah pasti menempel, jika Anda melakukan hal tersebut lewat SMS atau pesan singkat lainnya.

Hubungan cinta ada manis dan pahit. Jangan hanya senang menikmati manisnya dan menghindari pahitnya. Selesaikan baik-baik hubungan Anda lewat pembicaraan yang baik. Pasangan Anda juga berhak menerima penjelasan dan bertanya tentang keputusan Anda. Bagaimanapun Anda pernah melewati masa indah dengannya, sebaiknya akhiri juga hubungan Anda dengan baik.

Si responsif
Terlalu cepat merespon pesan-pesan singkat di ponsel bisa jadi tidak baik untuk Anda. Pertama, kebiasaan tersebut akan sangat menggangu konsentrasi bekerja. Kedua, jika Anda dalam fase pendekatan, sebaiknya jangan terlalu mudah memberikan respon. Aturan lama dalam pendekatan tetap berlaku. Terlalu cepat merespon apa saja yang dia kirim membuat Anda terkesan hanya memikirkan dia dan tidak ada kehidupan lain. Buat pria, kadang-kadang hal tersebut membuat mereka kurang merasa tertantang.

Untuk hal-hal penting memang tak ada salahnya merespon dengan cepat. Tapi kalau Anda terus terfokus pada ponsel, pekerjaan yang lain bisa jadi terbengkalai. Jika sudah sampai di rumah, usahakan sempatkan waktu untuk berinteraksi dengan pasangan tanpa gangguan ponsel. Saat makan malam romantis atau momen khusus Anda berdua, sebaiknya lupakan sejenak ponsel agar ia tak merasa dinomorduakan. Kebiasaan cepat merespon pesan singkat tanpa memperhatikan waktu bisa menjadi sumber konflik potensial dalam hubungan.  Anda yang memiliki kontrol terhadap ponsel Anda, bukan sebaliknya.

Bagaimana Mencari Tahu Saat Pasangan Sedang Berbohong

Dia berkata akan pergi bersama teman-temannya, tetapi salah satu dari temannya menelepon ke rumah untuk menanyakan kabarnya. Apakah dia berbohong? Bagaimana Anda mengetahui pasangan Anda berbohong atau tidak?

Jika curiga dengan ucapan mereka yang menandakan pesan membingungkan, maka saatnya untuk mencari tanda-tanda lainnya. Tanda yang paling jelas adalah bahasa tubuh pasangan Anda.

Richard Newman, peneliti bahasa tubuh, berbagi kiat mengenai cara mendeteksi kebohongan.

Setelah penelitiannya di Neuro Linguistic Programming (NLP) dia melatih lebih dari 6.500 orang dari 29 negara yang berhasil menggunakan bahasa tubuh dan bagaimana cara membaca tanda tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

“Cara terbaik untuk membongkar apakah seseorang berbohong atau tidak adalah dengan memperhatikan adanya kejanggalan dan ketidakbiasaan,” ucap Newman.

“Di samping alat yang bisa mendeteksi kebohongan, yang harus diperhatikan adalah adanya tanda-tanda stres, cemas, dan tertekan.”

Dia menyarankan Anda sebaiknya mengatur suara yang baik sebelum memulai investigasi. “Pastikan itu sesuai fakta,” usul Newman. “Jangan langsung membicarakan yang sifatnya menuduh, buatlah orang yang ingin Anda tanya merasa nyaman terlebih dahulu.”

Newman percaya hal tersebut akan membantu mengidentifikasi perubahan signifikan dalam penampilan mereka.

Setelah anda membuat mereka nyaman dan tenang, maka ada tanda-tanda yang Anda harus cari:

Berkedip. Gerakan mata yang banyak bisa berarti sebagai tanda yang bisa dipercaya untuk mengetahui kebohongan. Orang rata-rata berkedip satu kali dalam 10 detik, jadi jika dia berkedip terlalu sering, ada banyak kemungkinan bahwa dia sedang berpikir (mungkin berbohong) cepat.

Sentuhan tangan di wajah. Semakin tinggi tingkat gerakan tangan di sekitar wajah, semakin tinggi tingkat kecemasan. “Kami mendesain secara alami untuk membuktikan kebenarannya,” ucap Newman. Jadi, cara apapun yang dilakukan tangannya untuk menutupi wajahnya, menunjukkan orang tersebut sedang mencoba untuk menutupi kebohongan.

Tiba-tiba diam atau tegang. Kebalikan dari mengalihkan pandangan adalah menatap, tatapan kosong menunjukkan juga respons tidak jujur. Hal itu biasa bagi pembohong yang melakukan upaya khusus untuk tidak banyak menggerakan mata mereka agar terlihat meyakinkan.

Anda mungkin curiga jika seseorang tampak sangat gelisah dan berpikir bahwa mereka berbohong, tetapi hal itu merupakan sikap yang biasa. Sesuatu yang tidak biasa adalah berbicara dengan seseorang yang terlihat seperti patung.

Jangan mendekati seseorang ketika mereka sibuk, terlalu mudah bagi mereka untuk menyembunyikan reaksi mereka dan menutupi bahasa tubuh ketika mereka sedang asyik mengerjakan pekerjaan.

Petunjuk-petunjuk tersebut tidak akan mengubah Anda menjadi seorang detektor kebohongan. Tetapi dengan membaca bahasa tubuh seseorang, setidaknya Anda bisa mendapatkan beberapa kepastian saat sedang merasa curiga.

Kiat Jalan-jalan Dengan Pasangan Tanpa Konflik

Liburan adalah agenda wajib para pasangan. Tidak mesti pergi ke tempat yang jauh dan mahal, mengunjungi tempat yang dekat dan terjangkau juga bisa jadi liburan seru. Tapi tak sedikit liburan yang berubah jadi bencana.

Sebabnya adalah pertengkaran yang terjadi di tengah liburan. Walau sehari-hari kompak, ternyata tak semua pasangan juga akur ketika berlibur bersama. Akhirnya, niat bersenang-senang pun berantakan.

Agar perjalanan Anda bersama pasangan lebih menyenangkan, simak kiat-kiat berikut ini.

Sepakati tema perjalanan

Ini hal pertama yang paling penting: Apa tujuan Anda melancong? Apakah ikut suami yang sedang perjalanan dinas? Atau bulan madu?

Jika Anda ikut suami yang sedang perjalanan dinas, sebaiknya ketahui benar jadwal pasangan selama di sana. Jangan berharap bisa menonton konser pukul 19.00 bila pasangan Anda baru selesai workshop pukul 21.00. Sebaliknya bila bulan madu, tak perlu membuat jadwal ketat yang hanya bikin lelah. Tujuan bulan madu adalah mendekatkan diri dan saling mengenal lebih jauh.

Pembiayaan
Biaya adalah salah satu potensi sumber konflik. Jadi sebelum berangkat, sepakati dahulu berapa batas biaya yang boleh dihabiskan. Bicarakan juga pembagiannya, terutama bila pasangan Anda ketat soal keuangan. Apakah membayar masing-masing atau bagaimana?

Dari sini Anda bisa menentukan liburan lebih rinci: jenis kegiatan, transportasi, makanan, serta hotel. Jika Anda dan pasangan sepakat untuk berlibur dengan hemat, sadarilah konsekuensinya. Tidak ada yang boleh mengeluh bila ternyata hotel kurang bagus.

Meski demikian, jika Anda pergi berbulan madu, tak ada salahnya mengeluarkan anggaran lebih besar untuk memanjakan diri di hotel yang lebih nyaman atau makan malam romantis di tempat mewah.

Rencana perjalanan
Anggaran sudah ditentukan, saatnya merancang detail perjalanan. Tentukan tempat apa saja yang dikunjungi beserta rencana transportasinya. Sepakati juga di area mana hotel Anda berada. Dekat tempat wisata atau dekat ke tempat transportasi? Jika waktu liburan Anda tidak terlalu panjang, sebaiknya pilih prioritas kunjungan.

Saya dan pasangan biasanya berbagi tugas untuk riset. Saya kebagian tugas riset lokasi dan akomodasi yang strategis, sementara dia meriset jalur transportasi menuju tempat wisata ke hotel dan tujuan lainnya. Ini membuat kami tak merasa beban hanya terkumpul pada satu orang.

Diskusikan hasil riset masing-masing sehingga nantinya terbentuk rencana — dan perkiraan total anggaran yang Anda habiskan pun bisa terlihat.

Sesuaikan sikap

Anda mungkin orang yang perfeksionis di kantor atau selalu rapi ketika di rumah. Ketika sedang berlibur, putar tombol serius di pikiran Anda menjadi santai. Segala hal bisa terjadi selama liburan. Misalnya pesawat terlambat, sakit mendadak, bagasi hilang, dompet dicuri, dsb. Jangan terlalu kaku. Murung pas liburan hanya membuat uang Anda habis sia-sia.

Jangan terlalu terpaku soal jadwal. Jika Anda berdua menyukai suatu tempat dan ingin tinggal lebih lama, lakukanlah. Ini liburan, tak ada yang harus dan tak ada aturan baku dalam menjalaninya. Selama Anda dan pasangan senang, lakukan saja. Kesalahan-kesalahan kecil pasangan jangan terlalu dibesar-besarkan sehingga bisa memicu pertengkaran yang hanya merusak suasana.

Gunakan nada bicara yang ramah yang akan membuat suasana menjadi lebih menyenangkan. Untuk pasangan baru, dalam perjalanan jauh atau liburan biasanya muncul sikap-sikap pasangan yang tidak pernah kita lihat sebelumnya. Sebaiknya jangan ributkan hal tersebut pada saat liburan. Jika sikap tersebut sangat menganggu, bicarakan baik-baik ketika sudah kembali ke tempat asal.

Perlu diingat, ini adalah liburan Anda berdua, jadi hindari sikap saling menyalahkan selama bepergian. Liburan adalah saatnya untuk menyegarkan pikiran dan memperkuat hubungan Anda dengan pasangan. Lakukanlah hal-hal yang bisa membuat tujuan tadi lebih maksimal. Selamat berlibur!

Derita Sakit Gigi

Sakit gigi dapat membuat hidup sengsara. Baik yang berupa nyeri berdenyut terus-menerus, atau tajam menusuk tiba-tiba ketika kita makan atau minum. Semua gejala tersebut menunjukkan, salah satu gigi kita tidak sehat seperti seharusnya.

Artinya, saatnya mengunjungi dokter gigi dan diperiksa.
Tetapi banyak orang mencoba menunda-nunda kunjungan ke dokter gigi (dengan berbagai alasan). Sebenarnya hal ini tidak bijak, sebab makin cepat penyebab sakit gigi diketahui, makin cepat pula gigi bisa dirawat.

Gigi kita dilindungi oleh permukaan luar yang keras (enamel) dan di bawahnya ada lapisan yang disebut dentin. Plak yang terbentuk pada gigi kita bereaksi dengan makanan manis sehingga menimbulkan asam — yang kemudian mengikis enamel pada gigi kita dan menyebabkan pembusukan.

Pembusukan adalah sumber utama sakit gigi. Jika gigi tidak teratur dibersihkan dari plak, maka asam yang mengikis enamel tadi lama-lama bisa menghasilkan lubang — yang bisa bertambah besar. Akhirnya, lubang tadi bisa mencapai rongga pulpa gigi bagian dalam dan menyebabkan infeksi gigi secara keseluruhan. Termasuk jaringan pendukung gigi.

Oleh karena itu, mengunjungi dokter gigi Anda amatlah penting untuk dua alasan. Pertama, agar dokter gigi Anda dapat melihat dan membersihkan plak yang menumpuk. Kedua, agar dokter gigi dapat mendeteksi lubang pada gigi sejak dini, dan menambalnya sebelum makin besar dan serius.

Sementara itu, apa yang bisa Anda lakukan untuk mencegah sakit gigi?

Membersihkan plak yang menumpukCara terbaik untuk membersihkan plak adalah dengan menyikat gigi secara teratur. Anda harus menyikat gigi dua kali setiap hari (setelah makan dan sebelum tidur). Kebanyakan dokter gigi juga akan merekomendasikan bahwa Anda menggunakan dental floss secara teratur juga.

Menghindari makanan ringan dan minuman manisIni adalah jenis makanan dan minuman yang bereaksi dengan plak pada gigi Anda untuk menyebabkan asam. Dengan menghindari makanan bergula dan minuman, pembentukan lubang pada gigi pun dapat dihindari.

Ingatlah, rasa sakit adalah tanda peringatan dari tubuh kita bahwa ada yang tidak beres dalam tubuh. Ini berlaku pula untuk sakit gigi.

Tapi jangan juga menunggu hingga sakit gigi baru Anda mengunjungi dokter gigi. Kunjungilah dokter gigi Anda secara teratur (paling sedikit setiap enam bulan), supaya kesehatan gigi dan mulut Anda bisa diperiksa.

Bukankah mencegah lebih baik dari mengobati?

Apa Penyebab Gigi Jadi Kuning?

Memiliki gigi putih bersinar adalah dambaan semua orang. Namun terkadang tanpa disadari asupan makanan yang kita konsumsi menyebabkan warna gigi yang putih jadi berubah kuning. Sebut saja teh, kopi, minuman bersoda, dan jenis-jenis buah beri termasuk beberapa makanan yang dikenal sebagai pembuat noda pada gigi.
"Jangan biarkan penampilan Anda rusak karena warna gigi yang kekuningan. Selain obat-obatan dan gaya hidup, ada beberapa makanan yang berpengaruh pada warna gigi seseorang," ungkap drg Novandhyta Hapsari dalam media gathering Ultimo Aesthetic & Dental Care di Plaza Asia, Jakarta Selatan, akhir pekan lalu.
Beberapa jenis makanan lain yang bisa menyebabkan perubahan warna pada gigi antara lain:
1. Tomat.
Sama seperti buah beri, tomat juga memiliki kandungan warna alami pada buah yang bisa meninggalkan noda pada gigi. Keadaan ini akan diperparah jika tomat ini sudah diolah menjadi saus tomat botolan. Kandungan zat pewarna tambahan di dalam saus tomat juga bisa memperparah bekas warna yang ditinggalkan pada gigi. Selain saus tomat, saus sambal, kecap, dan kuah kare yang kental juga menjadi penyebab noda pada gigi.
2. Minuman kesehatan dan minuman olahraga.
Sebuah studi mengungkapkan bahwa minuman olahraga dan minuman kesehatan juga bisa menyebabkan kerusakan enamel gigi karena kandungan asamnya. Akibatnya noda akibat minuman ini akan tertinggal di gigi. Sebaiknya pilih air putih sebagai pengganti minuman kesehatan ataupun minuman olahraga.
3. Jus buah.
Meski sebenarnya buah berpengaruh positif pada tubuh, namun kandungan asam dari buah yang terlalu tinggi dan terlalu banyak bisa merusak gigi. Kandungan asam dalam buah bila dikonsumsi terus-menerus dalam jumlah yang terlalu banyak juga bisa merusak enamel gigi dan membuat gigi berlubang.
4. Wine.
Bekas tumpahan wine di taplak meja biasanya akan sulit dihilangkan. Tak heran bila wine, terutama red wine, juga bisa meninggalkan noda pada gigi. Kandungan asam, tannin, dan chromogen pada wine itulah yang menyebabkan noda pada gigi. Selain anggur merah, anggur putih juga bisa membuat gigi berubah warna.
5. Antibiotik.
Terlalu sering mengonsumsi obat-obatan, terutama antibiotik, juga bisa menyebabkan gigi menjadi kuning. Kandungan tetracycline pada antibiotik adalah faktor penyebab gigi menjadi kuning, terutama pada anak-anak. Konsumsi antibiotik yang mengandung tetracycline selama masa pertumbuhan gigi (mulai dari awal kehamilan sampai anak usia 8 tahun) bisa membuat gigi anak mengalami perubahan warna yang bersifat permanen. "Namun, sekarang ini antibiotik yang mengandung tetracycline ini sudah sedikit dan jarang digunakan lagi," kata Novandhyta.

Anak Bau Mulut, Normalkah?

Bau mulut selama ini memang identik dengan masalah orang dewasa, sehingga banyak orangtua yang kaget saat mencium bau tidak sedap dari mulut malaikat kecilnya.
Banyak sekali faktor yang menyebabkan napas berbau tak sedap. Namun pada anak-anak, napas berbau pada umumnya tidak berkaitan dengan penyakit serius. Penelitian tahun 1999 yang dimuat dalam Journal of Pediatrics menyebutkan, bau mulut pada anak mayoritas berasal dari masalah di dalam rongga mulut itu sendiri atau berkaitan dengan rongga hidung.
Penyebab utama bau mulut adalah karena kebersihan gigi yang buruk. Pembusukan sisa makanan oleh bakteri akan menghasilkan sulfur yang menguap. Mulut kering saat tidur, serta sisa makanan di sela gigi atau sekitar amandel yang mengendap juga bisa terurai menjadi produk yang menghasilkan bau.
Gigi berlubang juga dapat memicu bau mulut. Bila lubang gigi belum mengenai akar gigi biasanya anak belum merasakan nyeri, namun seringkali sudah menyebabkan bau mulut.
Faktor lain adalah penyakit sinusitis akut dan kronik. Pada kasus ini, bau mulut bukan satu-satunya gejala. Sinusitis pada umumnya diikuti dengan batuk, demam, atau pembengkakan di rongga hidung. Bau mulut juga bisa menandakan adanya infeksi tenggorokan.
Untuk mencegah bau mulut, biasakan anak menyikat giginya secara rutin pada pagi dan malam hari. Minum banyak air putih agar mulut lembab juga membantu. Periksakan gigi anak ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali untuk mendeteksi adanya lubang atau gangguan lain pada gigi.

Menghindari Konflik Dengan Sahabat Karena Pacar

Banyak yang berkata pacar bisa berganti tapi sahabat tak akan pergi. Kenyataannya, tak sedikit pula persahabatan yang bubar karena kehadiran pacar.

Sahabat dan kekasih memang sama-sama penting dalam hidup Anda. Namun dua bagian penting dalam hidup Anda ini seringkali tak sejalan, apalagi jika sang sahabat masih belum berpasangan. Perubahan sikap Anda setelah punya pacar atau sifat sang kekasih yang tak disukai sahabat bisa memicu konflik antara Anda dan sahabat.

Membagi waktu
Teman, keluarga, pacar, pekerjaan atau sekolah, semuanya membutuhkan perhatian Anda. Terkadang sulit membagi diri untuk sedemikian banyak kepentingan atau tuntutan. Keseimbangan merupakan hal yang penting.

Akhir pekan mungkin saja Anda sudah sepenuhnya milik pacar atau keluarga. Tapi jangan lupa Anda tetap menyisihkan waktu untuk memberi perhatian kepada sahabat. Jangan sampai Anda dicap hanya menghubungi kalau lagi butuh.

Jika memang sulit mencari waktu bertemu, tetap hubungi dia dan tanyakan kabarnya. Berkat kemajuan teknologi, Anda punya banyak kemudahan dalam hal ini. Telepon, pesan singkat, chatting, atau jejaring sosial bisa dimanfaatkan untuk tetap menjaga hubungan baik dengan sahabat. Jangan sampai ia merasa dilupakan atau ditinggalkan setelah Anda memiliki kekasih.

Topik yang membosankan
Jika Anda bertemu atau berbicara lewat telepon, tanyakan kabarnya dan perkembangan belakangan ini. Hindari terlalu banyak bercerita tentang pacar hingga membuatnya kesal. Jangan melulu membanggakan romantisnya si pacar, betapa perhatiannya dia, dan betapa Anda sangat mengaguminya. Sahabat Anda mengerti Anda sedang jatuh cinta, tapi terus mencekoki dia dengan pembicaraan tentang si pacar pasti lama-lama membuatnya muak.

Ketika pergi bersama, tidak perlu memamerkan kapan terakhir kali Anda dan pacar mengunjungi tempat tersebut dan mengaitkan hampir semua hal dengan si pacar. Lama-kelamaan sahabat Anda akan bosan dan malah menjauhi Anda. Jaga perasaan sang sahabat dan hargai dia sebagai teman bicara yang seimbang.

Melibatkan dalam konflik
Konflik antara Anda dan kekasih sebaiknya diselesaikan berdua saja. Tidak perlu melibatkan orang lain, apalagi sahabat. Tidak perlu meminta sahabat berbohong kepada pacar untuk menutupi kesalahan Anda. Tidak semua orang merasa nyaman jika harus menutupi kesalahan orang lain. Jangan membuat hubungan Anda dan sahabat menjadi tidak nyaman dengan melibatkannya dalam konflik. Jika kekasih mengetahui sahabat Anda berbohong, bukan tak mungkin sahabat Anda langsung masuk daftar hitam.

Prioritas terakhir
Sekali-sekali membatalkan janji dengan sahabat demi pacar mungkin bisa dimengerti. Namun bila terus-menerus menyisihkan sahabat karena pacar tentu bisa menjadi sumber konflik. Anda harus mengingat kembali hubungan baik Anda dengan sahabat. Dia yang selalu ada pada saat baik maupun pada saat terpuruk. Dia juga selalu menemani saat Anda sedang memiliki pacar atau sedang patah hati karena hubungan cinta yang kandas.

Hargailah kesetiaan sahabat dengan tidak menempatkannya di prioritas terakhir saat Anda sedang dimabuk asmara. Jangan lupakan hari ulang tahunnya, momen penting dalam hidupnya, dan tetap berkirim kabar untuk menjaga hubungan yang baik. Kekasih yang baik pastinya mengerti Anda membutuhkan sahabat untuk menjaga keseimbangan hidup.

Memaksakan kehendak
Jika sahabat tidak menyukai pasangan Anda, pasti ia punya alasan tertentu. Coba dengarkan pendapatkan dan berikan penjelasan jika memang ia salah mengerti. Jika setelah dipikir-pikir pendapat sahabat Anda ada benarnya coba terima dengan lapang dada. Anda memang sedang jatuh cinta dengan sang kekasih, tapi bisa jadi masukan dari sahabat bermanfaat untuk memperbaiki diri dan hubungan Anda.

Begitu juga ketika pergi bersama, jangan mengajak sahabat hanya untuk menjadi pelengkap. Jika Anda pergi bertiga, usahakan untuk berbagi fokus antara sahabat dan kekasih. Tentu akan sangat menyebalkan baginya jika hanya ikut sebagai pelengkap sementara Anda sibuk sendiri dengan sang kekasih.

Bau Mulut, Ini Dia Penyebabnya

Bau mulut memang mengganggu dalam pergaulan. Menurut dr Zubairi Djoerban, spesialis penyakit dalam, penyakit napas bau atau halitosis, adalah keadaan di mana terdapat bau yang tidak menyenangkan dari napas seseorang. Dapat disebabkan oleh bakteria yang berkembang akibat makanan yang tertinggal di dalam mulut.  Halitosis cukup sering ditemukan, dan bersama-sama dengan karies gigi dan penyakit periodontium merupakan penyebab tersering seseorang pergi berobat ke dokter gigi. 
Halitosis selain pada orang yang sedang sakit, juga ditemukan pada orang sehat sewaktu  bangun tidur pagi hari. Hal tersebut terjadi akibat bakteria yang berada di sekitar mulut menjadi aktif, karena ada sisa makanan yang tertinggal di dalam mulut, di sekitar celah-celah gigi, kerongkongan, langit langit, sekitar lidah dan gusi.
Bakteria aktif waktu malam hari ketika kita tidur, karena ada sisa makanan,  pH air liur yang lebih asam, dan kurang aktivitas mengunyah dan bicara.  Sebetulnya mulut bau mudah dicegah, relatif mudah diobati, namun juga mudah terjadi  jika kesehatan dan kebersihan mulut tidak dijaga.

Selanjutnya, menurut dr Zubairi yang juga konsultan onkologi dan hematologi medik ini, bau mulut juga dapat disebabkan oleh penyakit ginjal menahun, penyakit hati menahun, infeksi saluran napas dan sinusitis (radang sinus, rongga di tulang wajah). Bau mulut juga dapat dipicu oleh penyakit di gusi (gusi bengkak atau gusi berdarah). Untuk menghindari bau mulut diperlukan cukup minum  dan cukup banyak bicara dan mengunyah.
Merokok dan minum alkohol juga merupakan penyebab yang sering ditemukan pada mulut bau (serta penyebab berbagai  penyakit lain), karena itu harus dihentikan. Penyebab mulut bau  yang lumayan sering ditemukan adalah kebiasaan makan  makanan  berbau, misalnya petai, jengkol, bawang, dan durian. Beberapa obat antihistamin, diuretik  juga dapat  mengeluarkan bau tidak enak.